Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Saham Bank Digital (BANK, ARTO, dan BBHI) Tumbang Pada IHSG Sesi I (17/10)

Saham PT Bank Aladin Syariah Tbk. (BANK), PT Bank Jago Tbk. (ARTO), PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) tumbang pada sesi pertama IHSG, Senin (17/10/2022).
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 17 Oktober 2022  |  12:23 WIB
Saham Bank Digital (BANK, ARTO, dan BBHI) Tumbang Pada IHSG Sesi I (17/10)
Karyawan beraktivitas didepan logo Bank Jago di Jakarta, Senin (29/3/2021). Bisnis - Abdurachman
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Tiga saham bank digital bertumbangan pada sesi pertama perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Senin (17/10/2022). Saham bank digital yang tumbang itu adalah PT Bank Aladin Syariah Tbk. (BANK), PT Bank Jago Tbk. (ARTO), PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI).

Pelemahan ini membawa ketiga emiten menyentuh auto reject bawah (ARB). Bank Aladin terpantau memimpin penurunan dengan harga saham terkoreksi 6,93 persen menuju Rp1.410 per lembar. Total volume saham yang diperdagangkan sejauh ini mencapai 13,29 juta.

Penurunan ini membuat saham BANK telah terkoreksi sebesar 38,43 persen sepanjang tahun berjalan atau year-to-date (ytd) berdasarkan data RTI Business. Adapun selama satu terakhir saham bank digital syariah ini sudah ambles 54,37 persen.

Sementara itu, Bank Jago alias ARTO menyusul di peringkat berikutnya dengan penurunan harga saham sebesar 6,87 persen menuju Rp4.680. Sebelumnya, ARTO juga menghuni posisi ke-6 jajaran top losers selama pekan lalu dengan koreksi mencapai 25,83 persen.

Adapun, saham bank besutan Chairul Tanjung yakni Allo Bank juga menyentuh ARB pada sesi pertama perdagangan hari ini dengan pelemahan sebesar 6,87 persen menuju Rp1.560. Selama sepekan, saham BBHI tercatat anjlok 21,80 persen.

Analis Samuel Sekuritas Paula Ruth dalam riset terbarunya menjelaskan bahwa saham bank digital akan berfluktuasi di tengah ketidakpastian pasar secara jangka pendek. Hal ini disebabkan kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga.

“Namun, dalam jangka panjang, kami melihat pertumbuhan bank digital di Indonesia tetap menarik,” ujar Paula dalam risetnya seperti dikutip Bisnis pada Minggu (16/10/2022).

Sementara itu, Samuel Sekuritas juga memperkirakan pertumbuhan kredit bank digital akan tetap kuat mengingat pasar di Indonesia belum banyak terjamah oleh produk perbankan dan keuangan.

Sepanjang semester I/2022, ARTO tercatat menyalurkan kredit sebesar Rp7,04 triliun atau tumbuh 70 persen secara ytd. Dari jumlah ini, pembiayaan syariah berkontribusi Rp2,29 triliun. Adapun, penyaluran kredit BBHI tumbuh 205 persen ytd menjadi Rp6,71 triliun.

Di sisi lain, Bank Aladin yang dinahkodai Dyota Marsudi tercatat tidak menyalurkan pembiayaan bagi hasil, baik secara mudharabah, musyarakah, dan lainnya pada semester I/2022. Kondisi ini juga sama seperti periode yang sama tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Digital BBYB ARTO
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top