Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bank Victoria (BVIC) Ungkap Strategi Pemenuhan Modal Inti Rp3 Triliun

Bank Victoria International (BVIC) mengungkapkan komitmennya untuk meningkatkan modal inti Rp3 triliun baik secara organik maupun anorganik.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 16 November 2022  |  19:47 WIB
Bank Victoria (BVIC) Ungkap Strategi Pemenuhan Modal Inti Rp3 Triliun
Bank Victoria - victoriabank.co.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Victoria International Tbk. (BVIC) mengungkapkan komitmennya untuk meningkatkan modal baik secara organik maupun anorganik guna memenuhi ketentuan modal inti minimum Rp3 triliun hingga akhir 2022.

Sekretaris Perusahaan Bank Victoria Caprie Ardira mengatakan bahwa secara organik, perseroan berupaya membukukan laba secara bertahap sesuai dengan rencana bisnis bank. Per September 2022, BVIC membukukan laba bersih Rp118 miliar sehingga mendorong tingkat permodalan.

“Sampai dengan bulan September 2022, Bank Victoria telah berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp118 miliar sehingga modal inti Bank Victoria menjadi sebesar Rp2,503 triliun,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (16/11/2022)

Sementara itu, secara anorganik, BVIC juga telah melakukan kesepakatan jual beli saham pada September 2022 sehubungan dengan rencana pengalihan saham PT Bank Victoria Syariah (BVIS) milik perseroan kepada PT Victoria Investama Tbk (VICO).

Ardira mengatakan aksi korporasi yang masih menunggu persetujuan regulator tersebut akan memiliki dampak positif pada peningkatan modal inti BVIC sekitar Rp360 miliar.

Selain itu, pada Oktober 2022, perseroan juga telah menerima dana setoran modal sebesar Rp200 miliar yang akan dikonversikan pada pelaksanaan rights issue II tahun 2022 yang ditargetkan selesai pada kuartal IV/2022.

“Sehingga dengan selesainya rangkaian transaksi di atas, maka modal inti Bank Victoria pada akhir tahun 2022 akan melampaui Rp 3 Triliun sesuai ketentuan yang berlaku,” tutur Ardira.

Sebagai catatan, rights issue BVIC akan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dan dilaksanakan selama lima hari kerja mulai tanggal 19 – 23 Desember 2022. HMETD yang tidak dilaksanakan hingga tangga akhir periode tersebut dinyatakan tidak berlaku lagi.

Selain rights issue, BVIC juga menerbitkan Waran Seri VII sebanyak 4.542.473.746 atau 4,54 miliar yang diberikan secara cuma-cuma sebagai bagian yang melekat dari saham hasil pelaksanaan HMETD VII.

Waran Seri VII adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham biasa dengan nilai nominal Rp100 setiap sahamnya, dengan harga pelaksanaan Rp100 sampai dengan Rp150 per saham.

Transaksi tersebut dapat dilaksanakan mulai 19 Juni 2023 sampai dengan 18 Desember 2025. Melalui langkah tersebut, BVIC menargetkan total dana yang dihimpun dari penjualan Waran Seri VII maksimal Rp454,24 miliar hingga Rp681,37 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank victoria BVIC
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top