Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

QNB Indonesia (BKSW) Dapat Suntikan Modal dari Qatar National Bank Rp1 Triliun

Qatar National Bank merupakan pemegang saham mayoritas Bank QNB Indonesia (BKSW) dengan kepemilikan 92,48 persen saham per 31 Oktober 2022.  
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 18 November 2022  |  20:41 WIB
QNB Indonesia (BKSW) Dapat Suntikan Modal dari Qatar National Bank Rp1 Triliun
Bank QNB Indonesia - qnb.co,id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank QNB Indonesia Tbk. (BKSW) mendapatkan suntikan modal sebesar Rp1 triliun dari Qatar National Bank selaku pemegang saham pengendali perseroan.

Direktur Utama Bank QNB Indonesia Haryanto Suganda dalam surat kepada otoritas bursa, mengatakan bahwa Qatar National Bank merupakan pemegang saham mayoritas perseroan dengan kepemilikan 92,48 persen saham per 31 Oktober 2022.  

Emiten berkode saham BKWS ini telah menerima dana setoran modal dari Qatar National Bank senilai Rp1 triliun. Transaksi ini dilakukan pada 16 November 2022.

“Dana setoran modal dari Qatar National Bank tersebut bertujuan untuk terus memperkuat permodalan. Dengan demikian, diharapkan akan mendukung kinerja keuangan yang optimal,” ujar Haryanto dalam keterbukaan informasi, Jumat (18/11/2022).

Dia juga menambahkan bahwa suntikan modal tersebut juga diharapkan berdampak positif terhadap kondisi keuangan perseroan secara makro.

Sebagaimana diketahui, BKSW mencatatkan rugi bersih sebesar Rp350,15 miliar pada kuartal III/2022. Meski demikian, jumlah ini turun 42 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu berkat kenaikan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII).  

NII perseroan tercatat naik sebesar 26 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp341,54 miliar. Pada saat bersamaan, beban bunga juga menyusut sebesar 25 persen yoy menjadi Rp298,03 miliar

Meski mampu meningkatan NII, rugi tak mampu dihindari perseroan. Salah satu faktornya disebabkan oleh kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) yang naik 6 persen menjadi Rp563,24 miliar pada kuartal III/2022.

Hal itu membuat perseroan membukukan rugi operasional senilai Rp349,6 miliar. Jumlah ini menyusut 36 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni Rp542,56 miliar. Setelah dikurangi pajak dan sebagainya, rugi bersih BKSW mencapai Rp350,15 miliar.

Sementara itu, BKSW turut mencatatkan penurunan penyaluran kredit sebesar 13 persen yoy menjadi Rp9,46 triliun. Hal ini mengakibatkan aset turun tipis 5 persen menjadi Rp15,96 triliun.

Pada saat bersamaan, total dana pihak ketiga (DPK) juga turun 6 persen yoy menjadi Rp10,62 triliun. Penurunan ini disebabkan turunnya deposito yang menurun 9 persen yoy. Adapun dana murah (current account saving account/CASA) menjadi Rp2,15 triliun, naik 10 persen yoy. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank kesawan Bank QNB Indonesia BKSW
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top