Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI Proyeksi Kredit Perbankan Tumbuh Hingga Dobel Digit Tahun Depan

Bank Indonesia (BI) menargetkan kredit perbankan tumbuh pada kisaran 9,5 hingga 11,5 persen, di tengah gejolak dan ketidakpastian global yang tinggi, pada 2023.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 22 November 2022  |  13:36 WIB
BI Proyeksi Kredit Perbankan Tumbuh Hingga Dobel Digit Tahun Depan
Karyawan keluar dari pintu salah satu gedung Bank Indonesia di Jakarta, Senin, (20/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) menargetkan kredit perbankan tumbuh pada kisaran 9,5 hingga 11,5 persen, di tengah gejolak dan ketidakpastian global yang tinggi, pada 2023.

Target pertumbuhan tersebut sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan sebesar 4,37 persen pada tahun depan.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat menyampaikan target kinerja atau indikator kinerja utama (IKU) BI tahun 2023 kepada Komisi XI DPR RI, Senin (21/11/2022).

Perry menyampaikan, mempertimbangkan kondisi perekonomian saat ini dan tahun depan, maka bauran kebijakan BI akan tetap diarahkan untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.

Kebijakan moneter akan tetap diarahkan untuk menjaga stabilitas, sementara empat kebijakan lainnya, yaitu makroprudensial, sistem pembayaran, pendalaman pasar uang, serta ekonomi dan keuangan yang inklusif, akan diarahkan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Terkhusus kebijakan makroprudensial, BI akan mengarahkannya untuk mendorong intermediasi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan.

“Kebijakan moneter kami arahkan untuk menurunkan inflasi inti segera ke sasaran lebih awal, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan respons suku bunga, intervensi valas maupun twist operation. Kebijakan makroprudensial akan diarahkan tetap longgar,” kata Perry.

Dia mengatakan, ketahanan sistem keuangan, terutama perbankan, masih tetap terjaga hingga Oktober 2022.

Hal ini tercermin dari permodalan perbankan yang kuat dengan rasio kecukupan modal yang tinggi, rasio kredit bermasalah yang tetap rendah, juga likuiditas perbankan yang tetap terjaga longgar.

Per Oktober 2022, BI mencatat kredit perbankan sebesar 11,95 persen secara tahunan, ditopang oleh peningkatan di seluruh jenis kredit dan hampir seluruh sektor ekonomi.  

Pemulihan intermediasi juga terjadi pada perbankan syariah, dengan pertumbuhan pembiayaan yang tercatat sebesar 18,4 persen secara tahunan.

Perbaikan intermediasi perbankan yang terus berlanjut ini didukung oleh standar penyaluran kredit yang tetap longgar, seiring dengan membaiknya appetite perbankan dalam penyaluran kredit.

Sementara itu, dari sisi penawaran, meningkatnya penyaluran kredit ditopang oleh pemulihan kinerja korporasi dan rumah tangga yang terus berlanjut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top