Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

InsightAsia: Layanan Favorit Orang Indonesia di e-Wallet, Belanja via e-Commerce

Dompet digital semakin menjadi metode pembayaran paling yang dipilih masyarakat digital Indonesia, dibandingkan metode pembayaran tunai dan transfer bank.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 29 November 2022  |  03:58 WIB
InsightAsia: Layanan Favorit Orang Indonesia di e-Wallet, Belanja via e-Commerce
InsightAsia: Layanan Favorit Orang Indonesia di e-Wallet, Belanja via e-Commerce. Ilustrasi dompet digital atau e-wallet - Freepik
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Masa pandemi Covid-19 telah memicu pergeseran kebiasaan masyarakat untuk lebih banyak menggunakan transaksi nontunai, termasuk dompet digital atau akrab disebut dengan e-wallet dan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Riset InsightAsia menemukan kecenderungan penggunaan dompet digital telah berkembang dari sekadar pembayaran ke pengelolaan uang seperti transfer uang, riwayat transaksi, hingga fitur bayar belakangan atau paylater.

Sekadar informasi, riset InsightAsia ini digagas di Bulan Fintech Nasional dengan melibatkan 1.300 responden dan dilaksanakan di 7 kota besar di Indonesia meliputi Jabodetabek, Bandung, Medan, Makassar, Semarang, Palembang, dan Pekanbaru dimulai sejak 19 – 30 September 2022.

Merujuk pada hasil riset yang dilakukan InsightAsia bertajuk “Consistency That Leads: 2023 E-Wallet Industry Outlook” menunjukkan bahwa dompet digital semakin menjadi metode pembayaran paling yang dipilih masyarakat Indonesia, dibandingkan metode pembayaran tunai dan transfer bank.

Research Director InsightAsia Olivia Samosir mengungkapkan bahwa hasil riset menunjukkan sebanyak 74 persen responden aktif menggunakan dompet digital untuk berbagai macam transaksi keuangan mereka.

Secara terperinci, Olivia menuturkan bahwa penggunaan dompet digital mengungguli metode pembayaran lainnya, seperti uang tunai sebanyak 49 persen, transfer bank sebanyak 24 persen, QRIS sebesar 21 persen, Paylater sebesar 18 persen, kartu debit mencapai 17 persen, dan Virtual Account transfer 16 persen.

“Perusahaan digital yang menaungi dompet digital dan e-commerce dalam satu atap jadi memiliki bonus tersendiri. Mereka memiliki potensi menjadi pemenang pasar karena menyediakan kelengkapan dan kemudahan bertransaksi, contohnya GoTo yang memiliki Tokopedia dan GoPay dalam satu ekosistem,” kata Olivia dalam keterangan tertulis, Senin (28/11/2022).

Olivia menerangkan bahwa terdapat 10 macam penggunaan dompet digital, di mana paling besar adalah belanja di e-commerce yang mencapai angka 79 persen. Posisi berikutnya ditempati oleh top-up pulsa telepon seluler yang mencapai 78 persen, lalu transfer uang dalam platform mencapai 78 persen.

Selain itu, Olivia menuturkan bahwa masyarakat menggunakan dompet digital untuk melihat riwayat transaksi dengan persentase mencapai 70 persen, diikuti dengan transfer bank mencapai 69 persen, pesan makanan dan minuman (F&B) mencapai porsi 59 persen. Disusul dengan pembayaran tagihan mencapai 56 persen,  pembayaran offline pengeluaran rumah tangga dan paylater masing-masing mencapai 45 persen dan 42 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

e-wallet dompet digital fintech Goto
Editor : Aprianus Doni Tolok
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top