Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Dipatok Rp1.000 per Saham, Catat Jadwal Rights Issue BSI (BRIS)

Bank Syariah Indonesia (BRIS) akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 4,99 miliar saham Seri B. Dana yang diperkirakan masuk ke perusa
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 08 Desember 2022  |  13:01 WIB
Dipatok Rp1.000 per Saham, Catat Jadwal Rights Issue BSI (BRIS)
Gedung berlogo Bank Syariah Indonesia yang berada di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (31/1/2021). Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue sebesar Rp1.000 per saham.

Sementara itu hingga sesi perdagangan pertama hari ini, Kamis (8/12/2022), saham BRIS turun 2,76 persen dibandingkan dengan penutupan kemarin, Rabu (7/12/2022), atau menjadi Rp1.270 per saham. 

Adapun berdasarkan prospektus yang dirilis pada Rabu (8/12/2022) malam, Bank Syariah Indonesia atau BSI akan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 4,99 miliar saham Seri B. Dengan demikian, dana yang diperkirakan masuk ke perusahaan mencapai Rp4,99 triliun.

“Setiap pemegang 90.000 saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada 15 Desember 2022 pukul 16.00 WIB berhak atas 10.941 HMETD [Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu],” tulis manajemen BSI dalam prospektusnya.

Selain itu, setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD.

Rights issue dari emiten berkode saham BRIS ini akan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dan akan dilaksanakan selama lima hari kerja mulai pada 19–23 Desember 2022. HMETD yang tidak dilaksanakan hingga tanggal akhir periode tersebut dinyatakan tidak berlaku lagi.

Dalam aksi korporasi tersebut, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. yang memiliki 50,83 persen saham di BRIS akan melaksanakan seluruh haknya. Bank Mandiri melalui suratnya pada 30 November 2022, akan menyerap 2,54 miliar saham baru yang diterbitkan BRIS.

Alhasil emiten berkode saham BMRI ini akan merogoh kocek sebesar Rp2,54 triliun untuk mengeksekusi hak memesan efek terlebih dahulu atau HMETD.

Pemegang saham lainnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. yang menggenggam 24,85 persen saham BRIS akan menyerap sebagian haknya atau 500 juta saham. Adapun sisanya diberikan kepada PT CIMB Sekuritas Indonesia.

Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang menguasai 17,25 persen saham BRIS tidak disebutkan dalam prospektus rights issue BSI. 

Dengan asumsi BMRI mengambil seluruh haknya dan BNI sebagian, sedangkan BRI tidak menyerap rights issue, maka porsi kepemilikan Bank Mandiri di BSI akan naik menjadi 52,20 persen. BNI dan BRI, masing-masing akan terdilusi menjadi 23,87 persen dan 15,79 persen. 

Berikut rincian jadwal rights issue Bank Syariah Indonesia atau BSI (BRIS):

- Tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD (cum-right) di:

  • Pasar reguler dan negosiasi: 13 Desember 2022
  • Pasar tunai: 15 Desember 2022

- Tanggal mulai perdagangan saham tanpa HMETD (ex-right) di:

  • Pasar reguler dan negosiasi: 14 Desember 2022
  • Pasar tunai: 16 Desember 2022

- Tanggal pencatatan (recording date) untuk memperoleh HMETD: 15 Desember 2022

- Tanggal distribusi HMETD: 16 Desember 2022

- Tanggal pencatatan Efek di PT Bursa Efek Indonesia: 19 Desember 2022

- Tanggal awal perdagangan, pembayaran dan pelaksanaan HMETD: 19 Desember 2022

- Tanggal akhir perdagangan, pembayaran dan pelaksanaan HMETD: 23 Desember 2022

- Tanggal awal penyerahan Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD: 21 Desember 2022

- Tanggal akhir penyerahan Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD: 27 Desember 2022

- Tanggal akhir pembayaran pemesanan pembelian Saham Tambahan: 27 Desember 2022

- Tanggal penjatahan pemesanan pembelian Saham Tambahan: 28 Desember 2022

- Tanggal pengembalian uang pemesanan pembelian Saham Tambahan: 29 Desember 2022

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Syariah Indonesia rights issue bank syariah perbankan
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top