Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Maximus Insurance Catat Premi Rp1,06 Triliun hingga Kuartal III/2022

Hingga September 2022 Maximus Insurance catatkan kinerja positif dengan raup premi Rp1,06 triliun.
Nabil Syarifudin Al Faruq
Nabil Syarifudin Al Faruq - Bisnis.com 10 Desember 2022  |  00:11 WIB
Maximus Insurance Catat Premi Rp1,06 Triliun hingga Kuartal III/2022
Maximus Insurance
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk. (ASMI) atau Maximus Insurance hingga kuartal III/2022 mencatatkan kinerja yang positif. Perusahaan mencatat pendapatan premi perseroan tumbuh 331 persen secara year on year dibandingkan periode sama pada tahun sebelumnya.

Direktur Utama Maximus Insurance Jemmy Atmadja mengatakan, hingga kuartal III/2022 pendapatan premi perseroan mencapai Rp1,06 triliun. Kemudian, rasio solvabilitas perseroan tercatat sebesar 163,39 persen, RBC ini lebih tinggi dari ambang batas minimum yang telah ditentukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni 120 persen.

“Rasio likuiditas perseroan hingga kuartal III/2022 tercatat 180,52 persen. Sementara total aset perseroan mencapai Rp1,1 triliun, tumbuh 14 persen dibandingkan total aset pada periode Desember 2021,” ujar Jemmy dalam keterangan yang diterima Bisnis, Jumat (9/12).

Lebih lanjut, perseroan juga mencatatkan liabilitas meningkat 39 persen dari periode akhir tahun 2021. Jemmy menyampaikan bahwa peningkatan ini berasal dari kontribusi liabilitas asuransi, seiring dengan pertumbuhan premi perseroan pada tahun 2022. Adapun total ekuitas hingga kuartal III/2022 turun 13 persen dibandingkan tahun 2021, yang berasal dari kerugian yang belum direalisasi dari investasi saham perseroan.

Terkait dengan ancaman resesi ekonomi global, Jemmy menyampaikan bahwa perseroan tetap optimis dalam menghadapi tantangan tersebut, sebab asuransi dinilai memiliki peranan yang penting untuk melindungi risiko-risiko tidak terduga yang berpotensi terjadi pada kondisi resesi.

Adapaun salah satu rencana perseroan dalam menghadapi tahun 2023 adalah mengembangkan produk berbasis teknologi digital dan pengembangan pencetakan polis secara digital (e-polis). “Akselerasi transformasi digital menjadi salah satu kunci keberhasilan industri asuransi agar mampu bersaing dan dapat menjangkau lebih luas dan mudah agar semakin banyak masyarakat yang menggunakan asuransi“, ujar Jemmy.

Dalam menghadapi kondisi tahun 2023, Maximus Insurance juga akan tetap mengedepankan prudent underwriting dan terus menambah rekanan bisnis untuk menghasilkan pertumbuhan premi yang lebih baik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi asuransi umum premi premi asuransi
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top