Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Industri Asuransi Syariah Incar Tumbuh Dobel Digit, 3 Faktor jadi Penentu

Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) memproyeksikan industri asuransi syariah tahun ini dapat tumbuh dobel digit.
Direktur Eksekutif AASI Erwin Noekman (kiri), Ketua Dewan Asuransi Indonesia Tatang Nurhidayat (dua kiri) dan Ketua Panitia Hari Asuransi 2022 Retno Susanti (kanan)./Bisnis - Rika Anggraeni
Direktur Eksekutif AASI Erwin Noekman (kiri), Ketua Dewan Asuransi Indonesia Tatang Nurhidayat (dua kiri) dan Ketua Panitia Hari Asuransi 2022 Retno Susanti (kanan)./Bisnis - Rika Anggraeni

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) menilai industri asuransi syariah pada 2023 ini akan mengalami pertumbuhan yang solid hingga dobel digit.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia Erwin Noekman mengatakan dari data-data statistik dan historical, terdapat optimisme pertumbuhan industri sampai dengan akhir 2023. Sejumlah faktor yang menjadi pemicu  pertumbuhan tersebut meliputi, pertama dari semakin terbukanya kesempatan untuk jamaah umroh.

"Kalau kegiatan umroh ini kembali kepada titik normal, maka diperkirakan akan ada 1 juta jamaah sepanjang tahun, artinya sebulan itu ada sekitar 100.000 an orang. Kalau hal tersebut berjalan artinya sesuai dengan kementiran agama maka perjalanan umroh itu wajib di asuransikan dengan prinsip syariah, artinya harus masuk ke asuransi syariah,” ujar Erwin kepada Bisnis, Selasa (3/1/2023).

Kemudian, AASI melihat akan ada beberapa pembangunan-pembangunan infrastruktur yang akan dibiayai melalui sukuk. Sebagaimana diketahui sukuk itu adalah "dana halal", tentunya AASI berharap dana halal tersebut yang membiayai proyek pembangunan infrastruktur baik yang pemerintah maupun swasta bisa diasuransikan melalui prinsip syariah.

Faktor ketiga,  selepas masa pandemi yang ditandai dengan dicabutnya PPKM, pergerakan ekonomi di bulan ramadhan tahun ini akan semakin menggeliat, orang akan mengadakan perjalanan untuk mudik, dan sebagainya. “Kami melihat ini juga menjadi salah satu faktor yang akan membantu pertumbuhan asuransi syariah,” ujar Erwin.

Untuk menyambut pertumbuhan bisnis, dia mengatakan terdapat beberapa hal yang perlu ditingkatkan dari industri asuransi syariah, yakni adanya profesionalisme, yaitu peningkatan kompentensi dan keahlian dari para pelaku usaha.

Kemudian diperlukan juga pemahaman yang lebih baik mengenai sistem dan mekanisme kerja di industri asuransi syariah dan diperlukan juga kolaborasi sesama pelaku usaha maupun dengan lembaga keuangan syariah lain, lembaga bisnis syariah lain ataupun lembaga ekonomi syariah lain.

“Artinya dengan saling menjaga ekosistem halal tentunya kita meyakini bahwa ini akan saling menguatkan dan akan saling memberikan manfaat satu sama lain,” ujar Erwin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper