Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BPJS Ketenagakerjaan Bidik 46 Juta Kepesertaan Tahun Ini

Begini strategi BPJS Ketenagakerjaan untuk mencapai target 46 kepersertaan pada tahun ini.
Karyawati melayani nasabah di kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek di Jakarta, Senin (28/11/2022). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati melayani nasabah di kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek di Jakarta, Senin (28/11/2022). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA— Badan Penyeleanggara Jaminan Sosial atau BPJS Ketenagakerjaan menargetkan 46 juta peserta pada 2023. Target tersebut 10 juta lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yakni kurang lebih 36 juta peserta. 

“Kami tahun ini ditargetkan Pemerintah itu 46 juta, sekarang posisi kita hampir di 36 juta [kepesertaan],” kata Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Zainudin ditemui di Kantor Pusat Pegadaian, Jakarta Pusat, Rabu (8/2/2023). 

Salah satu strategi BPJS tahun ini adalah menyasar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta sektor informal. Oleh sebab itu, lanjut Zainudin, pihaknya bekerjasama dengan PT Pegadaian untuk menyasar lebih banyak nasabah di sektor tersebut. 

Dengan kerjasama tersebut, pendaftaran dan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan dapat dilakukan di outlet pegadaian di seluruh Indonesia. Adapun layanan yang dapat dibayarkan adalah Jaminan Hari Tua, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian dan Jaminan Pensiun.

“Kita mencari UMKM dan informal itu paling banyak di mana, adanya di desa dan di pasar. Untuk pasar siapa mitra yang paling cocok untuk kerja sama, dan kita perhatikan itu ke pasar mana saja pasti ada Pegadaian,” kata Zainudin. 

Zainuddin mengatakan BPJS Ketenagakerjaan ke depan akan terus berupaya untuk mempermudah pekerja dalam mendaftarkan diri. Dia pun berharap masyarakat terus memanfaatkan kemudahan tersebut. 

“Dengan sudah mengetahui manfaat menjadi peserta, kemudian dipermudah untuk mendaftar dan melakukan pembayaran, kami berharap semua pekerja Indonesia akan menjadi peserta dan berujung kepada pekerja yang sejahtera,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper