Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kejagung: Aset Sitaan Jiwasraya Berupa Tanah Belum Terjual

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkapkan aset sitaan milik Jiwasraya merupakan tanah yang belum terjual.
Pernita Hestin Untari
Pernita Hestin Untari - Bisnis.com 07 Maret 2023  |  13:37 WIB
Kejagung: Aset Sitaan Jiwasraya Berupa Tanah Belum Terjual
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kedua kanan) bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin (kiri) memberikan keterangan, didampingi Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo (kedua kiri) dan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung Febrie Adriansyah (tengah) dan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana saat konferensi pers di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (6/3/2023). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA -- Kejaksaan Agung (Kejagung) RI telah menyerahkan aset PT Asuransi Jiwasraya (Persero) berupa surat berharga dan saham bernilai Rp3,1 triliun kepada Kementerian BUMN, Senin (6/3/2023). 

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana menjelaskan aset yang diserahkan merupakan campuran hasil penyitaan dari tersangka kasus Jiwasraya. Sementara itu, untuk aset yang berupa tanah belum terjual. 

"Kalau [aset] bentuk tanah belum ya, karena belum terjual. Jadi pengelolaan ke depan akan seperti apa masih dibicarakan secara detail, masih disamakan persepsi dulu," kata Ketut ditemui di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin (6/3/2023).

Ketut menambahkan pihaknya masih akan terus melakukan sita eksekusi terhadap aset dalam kasus Jiwasraya. Termasuk tanah-tanah milik tersangka Benny Tjokrosaputro. 

Tidak hanya itu, dia juga menyinggung bahwa masih ada aset senilai Rp1,4 triliun yang masih dalam proses. 

"Tadi sudah dibahas ya ada Rp1,4 triliun juga akan diserahkan juga, yang lain-lain masih menunggu bagaimana pola pengelolaannya ke depan,"tandasnya.

Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya mendorong penyelesaian kasus Jiwasraya agar segera selesai. Dia tak ingin penyelesaian kasus Jiwasraya tertunda karena hal yang sifatnya administratif. 

Dia pun mendukung dan turut mengapresiasi langkah Kejagung RI dalam penyelesaian kasus asuransi tersebut, termasuk pemilihan aset. 

 "Saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak kejaksaan yang bisa mengawalkan tadi penyitaan aset, seperti surat berharga, dan lain-lain yang ini bisa membantu penyelesaian jiwasraya," ungkapnya. 

Di sisi lain, Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan bahwa pihaknya berusaha untuk menyelesaikan kasus dalam rangka membantu bersih-bersih BUMN. Termasuk antara lain penyelesaian aset-aset Jiwasraya.

"Yang ini cukup menarik dan cukup yang berhubungan dengan masyarakat luas. Kemudian juga tentang bagaimana BUMN Waskita ke depan dan lain-lain banyak yang kami bicarakan tadi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kejagung Jiwasraya BUMN erick thohir
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top