Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BFI Finance (BFIN) Bidik Pembiayaan Baru Rp24 Triliun, Fokus di Mobil Bekas

BFI Finance (BFIN) menargetkan pembiayaan baru pada tahun ini senilai Rp24 triliun.
Nasabah beraktivitas di salah satu kantor cabang BFI Finance di Tangerang Selatan, Banten, Senin (29/11/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Nasabah beraktivitas di salah satu kantor cabang BFI Finance di Tangerang Selatan, Banten, Senin (29/11/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA— PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN) menargetkan pembiayaan baru tumbuh mencapai Rp24 triliun pada tahun ini. Angka tersebut lebih tinggi sekitar 20 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni Rp20 triliun. 

“Target pembiayaan baru kami Rp24 triliun, kurang lebih pertumbuhannya 20 persen,” kata Direktur Keuangan BFI Finance Sudjono saat ditemui usai acara penghargaan Bisnis Indonesia Award 2023 di Jakarta Pusat, Rabu (31/5/2023). 

Sudjono juga mengatakan bahwa pihaknya ingin melanjutkan tren pertumbuhan yang sudah dicatatkan pada sebelumnya. Adapun dari sisi bisnis pihaknya turut menargetkan pertumbuhan double digit. 

“Untuk sektor terbesar kami tetap fokus di otomotif, terutama kendaraan roda empat bekas,” katanya.

Diketahui, BFI Finance juga baru saja mendapat penghargaan BIA Award 2023 dari sektor pembiayaan. Penghargaan tersebut diperoleh oleh dunia usaha yang menjaga pertumbuhan positif selama tiga tahun. 

Adapun perhitungan kinerja keuangan itu didasarkan pada beberapa indikator performa yaitu pertumbuhan kinerja dan rasio kinerja. 

Untuk pertumbuhan kinerja, variabel yang diukur adalah laba bersih, total aset, ekuitas, pendapatan, serta kas dan setara kas. Kinerja tersebut dinilai dari laporan keuangan perusahaan publikasi periode kuartal III/2022 dan kuartal III/2021

Sementara untuk rasio kinerja terdiri dari Net Income terhadap liabilitas, kas dan setara kas terhadap liabilitas lancar, Net Income terhadap Revenue, Net Income terhadap Ekuitas (ROE) dan Operating Cash Flow terhadap Revenue. 

Kinerja tersebut juga dinilai dari laporan keuangan perusahaan publikasi periode kuartal IV/2022, kuartal IV/2021 dan kuartal IV/2020. 

“Kami bersyukur atas penghargaan dari Bisnis Indonesia yang salah satu yang sangat prestisius. Jadi ini merupakan pengakuan dan juga kepercayaan atas kinerja perusahaan baik secara finansial maupun atas kinerja yang ada di pasar modal, di mana BFIN ini perusahaan dengan kapital terbesar di market. Jadi ini [diharapkan] bisa dijaga dan ditingkatkan lebih lanjut di tahun- tahun berikutnya,” kata Sudjono. 

Menurut laporan keuangan BFI Finance pada 2022, pendapatan perusahaan mencapai Rp5,3 triliun. Angka tersebut meningkat 30,5 persen apabila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp4,1 triliun.

Laba tahun berjalan perusahaan mencapai Rp1,8 triliun atau meningkat dari sebelumnya Rp1,1 triliun. Aset perusahaan mencapai Rp21,9 triliun atau meningkat 40,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya yakni Rp15,6 triliun. 

Sementara itu jumlah liabilitas yang ditanggung menjadi Rp13,1 persen atau meningkat dari Rp8,2 triliun pada 2021. Jumlah ekuitas di sisi lain meningkat menjadi Rp8,7 triliun dari sebelumnya Rp7,4 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper