Harga Saham Reasuransi Marein (MREI) Bergejolak, Manajemen Buka Suara

Manajemen PT Reasuransi Maskapai Indonesia Tbk (MREI) memberikan keterbukaan informasi mengenai volatilitas transaksi saham perusahaan.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Public Expose Tahun 2023 di Plaza Marein, Jakarta, Kamis (25/5/2023)/ Bisnis - Rika Anggraeni
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Public Expose Tahun 2023 di Plaza Marein, Jakarta, Kamis (25/5/2023)/ Bisnis - Rika Anggraeni

Bisnis.com, JAKARTA - Harga saham PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI) mengalami volatilitas sepanjang minggu ini.

Selama periode 5 Juni hingga 7 Juni, MREI terpantau menurun masing-masing sebesar 14,36 persen, 14,84 persen, dan 14,77 persen pada penutupan pasar.

Kemudian pada hari kemarin, atau Kamis (8/6/2023), saham Marein ditutup menguat 16,44 persen ke level 2.620 setelah sempat dibuka pada level 1.915 per saham atau anjlok menyentuh auto rejection bawah (ARB). 

Hingga pukul 15.10 WIB pada hari ini, Jumat (9/6/2023), saham MREI kembali turun 14,89 persen ke level 2.230. Atas volatilitas transaksi efek tersebut, perseroan pun memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui keterbukaan perseroan.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Sekretaris Perusahaan Marein Tamara Arista tersebut disebutkan jika perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai investasi bisnis, keputusan investasi pemodal, dan harga efek serta kelangsungan hidup perseroan yang belum diungkapkan ke publik.

"Sampai dengan saat ini perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham lain sebagaimana diatur dalam POJK 11/2017, kecuali adanya rencana dari AJB Bumiputera 1912 sebagai salah satu pemegang saham perseroan yang bermaksud menjual kepemilikan saham MREI," demikian penjelasan manajemen Marein.

Selain itu, perseroan juga menyatakan belum memiliki rencana terkait tindakan korporasi yang akan dilakukan dalam 3 bulan mendatang.

Sementara itu, berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek yang berakhir pada 30 April 2023, AJB Bumiputera 1912 masih menggenggam 14,84 persen saham MREI. Terpantau, kepemilikan saham AJB Bumiputera 1912 di perusahaan asuransi itu tidak mengalami perubahan, yakni masih mencapai 76.816.535 saham.

Sementara itu dalam paparan publik akhir Mei 2023 lalu, Presiden Direktur Marein Yanto Jayadi Wibisono mengatakan bahwa rencana penjualan kepemilikan saham AJB Bumiputera 1912 bukan merupakan wilayah manajemen Marein, melainkan domain dari pemegang saham, yakni AJB Bumiputera 1912.

“AJB Bumiputera di sini statusnya sebagai pemegang saham Marein. Saya rasa pihak manajemen AJBB tentunya sudah punya planning mencari calon investor yang akan melakukan pembelian saham ataupun aset AJB Bumiputera 1912 yang kebetulan punya adalah saham Marein,” ujar Yanto.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama AJB Bumiputera 1912 Irvandi Gustari menuturkan bahwa untuk penjualan saham Marein bergantung pada harga saham MREI.

“Tergantung harga baru, nggak mungkin kita jual [saham MREI] rugi. Sekarang lagi bagus katanya, dapat Rp350 miliar dari saham, ” kata Irvandi saat ditemui di Wisma Bisnis Indonesia, Rabu (1/3/2023).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper