Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Direktur Marein Buka Suara soal Rencana Bumiputera Lego Saham MREI

Marein memberikan tanggapan mengenai rencana AJB Bumiputera 1912 untuk menjual saham MREI.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Public Expose Tahun 2023 di Plaza Marein, Jakarta, Kamis (25/5/2023)/ Bisnis - Rika Anggraeni
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Public Expose Tahun 2023 di Plaza Marein, Jakarta, Kamis (25/5/2023)/ Bisnis - Rika Anggraeni

Bisnis.com, JAKARTA — PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI) atau Marein buka suara terkait Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 yang berencana menjual kepemilikan saham di Marein.

Direktur/Direktur Independen Marein Trinita Situmeang mengatakan hingga saat ini MREI belum mendapatkan kabar terkait rencana perusahaan asuransi mutual yang berdiri sejak 1912 itu untuk melepas kepemilikan saham di Marein.

“Sejauh ini belum ada kabar untuk kita. Belum, mungkin niat ada, kalau niat kan mesti ada yang nampung, nah itu siapa, itu belum,” kata Trinita saat ditemui usai konferensi pers Kinerja Asuransi Umum dan Reasuransi Indonesia Semester I/2023 di Jakarta, dikutip pada Senin (28/8/2023).

Merujuk keterbukaan informasi, hingga 24 Agustus 2023, AJB Bumiputera 1912 terpantau masih menggenggam 14,835 persen saham Marein. Kepemilikan itu setara dengan 76.816.535 saham MREI.

Mulanya, rencana penjualan itu terungkap dalam Surat Keputusan Direksi AJB Bumiputera 1912 dengan No.SK.9/DIR/II/2023. Surat Keputusan tersebut berisikan bahwa direksi AJB Bumiputera 1912 memutuskan untuk melakukan penjualan atau pelepasan dan optimalisasi aset perusahaan yang dilaksanakan oleh task force pembayaran klaim tertunda.

Langkah itu dilakukan sebagai sumber pendanaan untuk pembayaran klaim tertunda. Dalam SK tersebut, AJB Bumiputera berencana untuk menjual aset sebagai sumber pendanaan, termasuk saham. 

Irvandi Gustari mengatakan terdapat beberapa aset yang sedang dalam proses penjualan di antaranya Hotel Bumi Surabaya, Tanah TB Simatupang, Joint Venture Gedung Wisma, Tanah Setiabudi, termasuk saham di Marein bersandi saham MREI.

Pada pekan awal Maret 2023, Irvandi sempat menyatakan bahwa penjualan saham Marein bergantung pada harga saham MREI.

“Tergantung harga baru, enggak mungkin kita jual [saham MREI] rugi. Sekarang lagi bagus katanya, dapat Rp350 miliar dari saham,” kata Irvandi saat ditemui di Wisma Bisnis Indonesia, Rabu (1/3/2023).

Irvandi menuturkan AJB Bumiputera 1912 memiliki nilai perolehan, yang artinya perusahaan berusaha untuk berada di atas nilai perolehan. Namun, pihaknya tetap menjaga tata kelola perusahaan (good corporate governance/GCG).

”[Total penjualan aset dan saham] kita membutuhkan lebih kurang Rp2 triliun untuk membayarkan klaim tahun ini,” ujarnya.

Irvandi merincikan proyeksi untuk nominal Rp2 triliun itu mayoritas berasal dari aset finansial dan aset properti. Dari dua aset tersebut, lanjut Irvandi, aset properti menjadi nilai yang paling besar.

“Sudah pasti aset properti yang paling besar. Aset finansial enggak kecil-kecil juga, sisanya aset properti,” sambungnya.

Irvandi yang sudah bergabung dengan AJB Bumiputera selama delapan bulan itu memproyeksikan penjualan aset diperkirakan tiga aset sudah terpenuhi.

Yes [kami tunggu angka yang paling tinggi], tapi kita ada limit kan, karena kita ada kebutuhan, kalau butuh yang ini maka kita ambil,” tandas Irvandi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper