Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tak Hanya Pinjol, Pinjaman Warga RI ke Bank juga Naik

Penyaluran kredit bank pada Agustus 2023 mencapai Rp6.709,5 triliun atau tumbuh 8,9 persen yoy.
Karyawan merapikan uang di cash center Bank BNI, Jakarta, Selasa (11/2/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha
Karyawan merapikan uang di cash center Bank BNI, Jakarta, Selasa (11/2/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Penyaluran kredit perbankan pada Agustus 2023 dilaporkan tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Berdasarkan laporan Analisis Uang Beredar yang dirilis Bank Indonesia (BI) pada Senin (25/9/2023), pertumbuhan penyaluran kredit bank pada bulan kedelapan tahun ini mencapai Rp6.709,5 triliun atau tumbuh 8,9 persen yoy. Angka pertumbuhan ini lebih tinggi ketimbang bulan sebelumnya yang sebesar 8,4 persen yoy.

"Perkembangan tersebut sejalan dengan pertumbuhan penyaluran kredit pada debitur perorangan sebesar 9,3 persen dan debitur korporasi sebesar 8,4 persen yoy," demikian dikutip dari Laporan BI.

Jika dirinci dari jenis penggunaan, pertumbuhan kredit bank pada Agustus 2023 didorong oleh perkembangan kredit modal kerja (KMK), kredit investasi (KI), maupun kredit konsumsi (KK). Dari ketiga jenis kredit ini, kredit investasi tumbuh paling tinggi, yaitu 10 persen yoy.

Lalu, kredit konsumsi tumbuh stabil pada level 9,1 persen yoy, terutama didorong oleh kredit pemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan bermotor (KKB), dan kredir multiguna. Sementara, kredit modal kerja (KMK) tumbuh 8,2 persen yoy dengan kontribusi utama dari sektor keuangan, real estat, dan jasa perusahaan.

Perbankan juga lebih gencar menyalurkan kredit ke UMKM dengan pertumbuhan 8,9 persen yoy, lebih tinggi dari Juli 2023 sebesar 7,3 persen yoy, terutama pada kredit UMKM skala mikro, dengan kontribusi sebesar 42,8 persen.

Tidak hanya perbankan, penyaluran pinjaman melalui industri P2P lending atau pinjaman online (pinjol) juga mengalami kenaikan. OJK mencatat per Juli 2023 pembiayaan pinjol naik 22,41 persen dari Rp45,73 triliun pada Juli 2022 menjadi Rp55,97 triliun pada Juli 2023.

"Pertumbuhan outstanding pembiayaan di Juli 2023 meningkat menjadi 22,41 persen," kata Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya dalam paparan OJK pada 5 September 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper