Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Simpanan Nasabah Citibank Susut, Imbas Akuisisi Consumer Banking oleh UOB

Himpunan dana pihak ketiga (DPK) Citibank pada kuartal III/2023 tercatat Rp69,74 triliun, turun 2,15% dari kuartal III/2022 senilai Rp71,27 triliun.
CEO Citibank Indonesia Batara Sianturi/Bisnis-Arlina Laras
CEO Citibank Indonesia Batara Sianturi/Bisnis-Arlina Laras

Bisnis.com, JAKARTA -- Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) mengonfirmasi adanya penurunan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang dikelola sepanjang sembilan bulan pertama 2023 atau kuartal III/2023

Tercatat, dari segi pendanaan, Citibank Indonesia meraup dana pihak ketiga (DPK) Rp69,74 triliun pada kuartal III/2023, turun 2,15% dari yang sebelumnya Rp71,27 triliun pada kuartal III/2022. 

Jika dirinci, deposito dan tabungan masing-masing turun 5,52% dan 21,43% menjadi Rp17,2 triliun dan Rp5,58 triliun per September 2023. Sementara giro tercatat naik 2,17% menjadi Rp46,96 triliun dari yang sebelumnya Rp45,96 triliun. 

(Acting) Country Financial Officer Citibank, N.A, Indonesia Pranadi Wangsa mengatakan hal ini imbas proses dari akuisisi yang dilakukan oleh UOB Group.

“Sebenarnya penurunan terjadi di time deposit dan saving account di bisnis consumer kita. Jadi, ini sebagai bagian atau dampak dari divestasi. Tapi, secara overall sebenarnya menguntungkan dari kita, karena current account masih lebih tinggi. Penurunan term deposit dan saving account akan kita imbangi dengan [kenaikan] current account,” ujarnya dalam paparan kinerja kuartal III/2023 di Jakarta, Senin (13/11/2023).

Pada kesempatan yang sama CEO Citi Indonesia Batara Sianturi juga menyebut kondisi penurunan DPK ini telah diprediksi jauh-jauh hari. Bahkan, Batara menyebut ini menjadi konsekuensi atas proses divestasi yang berjalan. 

“Oh iya, di business plan itu akan seperti itu, kan waktu kita submit plan ke OJK, sudah termasuk pengalihan itu. Turun [DPK] di saya, sementara naik di UOB, karena dialihkan [consumer business-nya],” ujarnya pada awak media. 

Namun, di tengah perlambatan DPK, Batara menyebut bahwa consumer banking yang segera berpindah ke UOB mencatat kinerja dalam segmen tersebut terus moncer. 

Misalnya, priority banking mencatatkan pertumbuhan sebesar 5%. Lalu, kenaikan pendapatan juga terjadi di lini bisnis bancaassurance sebesar 11%.

Selanjutnya, bisnis wealth management juga mengalami pertumbuhan dengan jumlah total dana kelolaan mencapai lebih dari US$1,7 miliar, meningkat 5% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Tak hanya itu, kata Batara, lini bisnis kartu kredit juga telah menjangkau lebih dari 1 juta kartu dengan penjualan ritel tahunan mencapai lebih dari US$1,3 miliar pada September 2023, tumbuh signifikan sebesar 17% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

“Interaksi digital nasabah terus menjadi prioritas utama sejak pembaruan Citi Mobile di tahun 2020. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan konsisten pengguna aktif bulanan, dimana pada akhir kuartal II/2023 terdapat lebih dari 70% nasabah yang aktif secara finansial menjadi pengguna setia dari aplikasi Citi Mobile,” ucapnya dalam paparan. 

Sebagai informasi, Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) mencatat laba bersih sebesar Rp1,66 triliun pada kuartal III/2023, naik 45,6% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun lalu Rp1,14 triliun.

Mengacu pada laporan keuangan yang dipublikasikan pada Harian Bisnis Indonesia, Senin (13/11/2023), laba bersih Citibank didorong oleh kinerja pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar Rp3,64 triliun, naik 47,24% yoy. 

Adapun, pendapatan bunga bank ditopang oleh margin bunga bersih (net interest margin/NIM) yang tumbuh 131 basis poin (bps) ke level 5,27% per September 2023, dari level 3,96% pada September 2022. 

Tak hanya itu, pertumbuhan laba juga lantaran faktor Citibank yang meraup keuntungan dari penjabaran transaksi valuta asing sebesar Rp545,26 miliar, melesat 53,04% yoy. Dengan demikian, rasio profitabilitas bank membaik. 

Tercatat, rasio imbal ekuitas (return on equity/ROE) Citibank naik 275 bps ke level 12,73% dari sebelumnya 9,97%. Lalu, rasio imbal balik aset (return on asset/ROA) bank naik 63 bps menjadi 2,82% dari sebelumnya 2,19%. 

Selanjutnya, dari sisi intermediasi, penyaluran kredit Citibank Indonesia menjadi Rp42,88 triliun, naik 11,76% dari yang sebelumnya Rp38,37 triliun. Alhasil, aset bank ikut terkerek 4,77% menjadi Rp99,69 triliun pada September 2023, dari yang sebelumnya Rp95,15 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Arlina Laras
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper