Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham OCBC (NISP) Terbang usai Umumkan Akuisisi Bank Commonwealth

OCBC Indonesia telah melakukan penandatanganan sale and purchase agreement (SPA) untuk mengakuisisi 99% saham Bank Commonwealth.
OCBC Indonesia/ocbc.id
OCBC Indonesia/ocbc.id

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP) terpantau menguat 10,41% usai NISP mengakuisisi 99% saham unit usaha dari Commonwealth Bank of Australia (CBA) di Indonesia yakni PT Bank Commonwealth. Nilai transaksi akusisi itu mencapai Rp2,2 triliun.

Berdasarkan data RTI Business pada perdagangan siang hari ini, Kamis (16/11/2023) pukul 10.49 WIB, harga saham NISP naik ke level Rp1.220 per saham. 

Adapun, hingga pukul 10.50 WIB, NISP sempat menyentuh level tertinggi di level Rp1.305 per saham. Dengan patokan harga ini, maka secara tahunan saham NISP tercatat naik 61,33%. Bahkan jika menilik pergerakan 5 tahun terakhir, NISP masih mencatatkan kenaikan 41,28%.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta pun membenarkan bahwa terbangnya saham NISP lantaran tersengat kabar akuisisi OCBC Indonesia atas kepemilikan saham Commonwealth Bank of Australia (CBA) pada PT Bank Commonwealth.

“Adapun, kenaikan harga saham NISP secara signifikan mendapatkan euphoria dari sentimen NISP yang mengakusisi Commonwealth,” ujarnya pada Bisnis, Kamis (16/11/2023). 

Sebelumnya, Group CEO of OCBC Helen Wong juga sempat memberi kode akan terus berinvestasi di Indonesia. Hal itu disampaikan saat acara pergantian logo dan merek baru OCBC.

Helen berujar, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan kondisi ekonomi yang kian menantang, sektor perdagangan dan investasi di seluruh Asean dan Greater China masih memiliki peluang yang besar dan bahkan terus meningkat. 

“Kami optimis dengan pertumbuhan ekonomi jangka panjang Indonesia, oleh karena itu, kami akan terus berinvestasi di negara ini,” ujarnya di Jakarta, Selasa (14/11/2023).

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Bisnis, OCBC Indonesia telah melakukan penandatanganan sale and purchase agreement (SPA) dengan CBA untuk membeli 99% saham di Bank Commonwealth. 

Estimasi dari nilai rencana transaksi akuisisi adalah Rp2,2 triliun dan nilai tersebut akan bergantung pada penyesuaian yang wajar sesuai dengan ketentuan di dalam perjanjian. 

OCBC Indonesia juga bermaksud untuk mengakuisisi sisa 1% saham Bank Commonwealth dari pemegang saham lainnya.

Rencana akuisisi ini akan memerlukan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan pemenuhan kondisi lainnya. Setelah akuisisi selesai, Bank Commonwealth kemudian akan diintegrasikan ke dalam OCBC Indonesia. 

“Rencana akusisi ditujukan untuk memperkuat dan melengkapi kapabilitas OCBC Indonesia dalam memberikan layanan keuangan yang komprehensif baik untuk segmen konsumen dan UMKM," kata Presiden Direktur OCBC Indonesia Parwati Surjaudaja dalam keterangan tertulis pada Kamis (16/11/2023).

Manajemen OCBC Indonesia juga menjelaskan bahwa akuisisi tersebut bertujuan mendukung program arsitektur dan konsolidasi perbankan Indonesia, serta mendukung pengembangan usaha perseroan.

OCBC NISP juga menjadi saham favorit Lo Kheng Hong (LKH). Sebagai informasi, berdasarkan data pemegang saham per 30 September 2023, Lo Kheng Hong memang berada di urutan 8 dari daftar 20 besar pemegang saham. Tercatat, LKH memiliki 120,84 juta saham atau setara 0,53%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Arlina Laras
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper