Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Laba BNI (BBNI) 2023 Capai Rp20,09 Triliun, Intip Historis Rasio Dividennya

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) melaporkan laba konsolidasi 2023 mencapai Rp21,11 triliun, dari jumlah ini Rp20,9 triliun masuk ke entitas induk.
Gedung BNI di Jakarta/dokumen BNI
Gedung BNI di Jakarta/dokumen BNI

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) secara konsolidasi mencatatkan laba bersih sepanjang 2023 mencapai Rp21,11 triliun atau naik 14,2% dibanding periode yang sama tahun lalu Rp18,48 triliun sepanjang 2022. 

Dari laba konsolidasi BNI 2023 ini, sebanyak Rp20,9 triliun menjadi laba yang masuk ke entitas induk. Besaran ini sekaligus menjadi dasar untuk pembagian dividen perusahaan.

Mengutip laporan keuangan perusahaan, Minggu (28/1/2024), pertumbuhan laba ini terdorong dari pendapatan bunga bersih secara konsolidasi yang mencapai Rp41,28 triliun sepanjang 2023, angka ini turun tipis 0,11% dibanding capaian periode yang sama tahun lalu yaitu Rp41,32 triliun. 

Laba perusahaan juga terdorong dari raihan fee based income yang mencapai Rp10,12 triliun, tumbuh 3,92% dari periode tahun lalu Rp9,74 triliun sepanjang 2022. Pendapatan lainnya juga tumbuh signifikan hingga 26,02% menjadi Rp6,09 triliun sepanjang 2023, dari sebelumnya Rp4,83 triliun pada akhir 2022. 

Dari segi fungsi intermediasi, BNI telah menyalurkan kredit secara konsolidasi mencapai Rp695,08 triliun, naik 7,57% dibanding periode yang sama tahun lalu Rp646,19 triliun pada 2022. Alhasil, peningkatan kredit membuat aset BNI ikut terkerek menjadi Rp1.086,66 triliun atau tumbuh 5,52% dibanding sepanjang 2022 yakni Rp1.029.84 triliun. 

"Secara total kami memperkirakan kredit [pada 2024 dapat tumbuh] di kisaran 9-11% yang sejalan dengan proyeksi pertumbuhan kredit di industri,” ucap Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini dalam paparan kinerja akhir pekan lalu (26/1/2024).

Seiring dengan penyaluran kredit, rasio kredit bermasalah (nonperforming loan) gross berada di level 2,14% dari sebelumnya 2,81% dan NPL net ada di level 0,61% sepanjang 2023, lebih tinggi dibanding capaian 2022 yaitu 0,49%. Net interest margin (NIM) BNI tercatat mencapai 4,58% sepanjang 2023. Adapun, dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI mampu meraup Rp810,73 triliun atau tumbuh 5,4% secara tahunan.

Rasio Dividen BNI

Dengan capaian ini, bagaimanakah historis pembagian dividen BNI? Dalam catatan Bisnis, BNI memberikan dividen rutin 25% dalam 5 tahun terakhir.

Terjadi anomali pada tahun lalu, saat rekor baru laba tercapai perusahaan memberikan dividen sebesar 40%. Besaran dividen 2022 yang dibagikan pada 2023 ini berbanding dengan rasio tahun sebelumnya sebesar 24%. Artinya, dengan rentang ini, dividen BNI berkisar Rp5 triliun sampai dengan Rp8,3 triliun.  

Meski demikian, besaran dividen sangat tergantung akan keputusan strategi pemegang saham yakni pemerintah. Pada bank BUMN misalnya, dua sister company BNI, yakni Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI), pemerintah menarik dividen sekitar 50%-60%. Sedangkan bank pelat merah lain yakni Bank Tabungan Negara (BBTN), hanya membagikan dividen 10% pada tahun lalu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Arlina Laras
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper