Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BNI Denpasar genjot dana murah 72%

DENPASAR: PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk kantor wilayah Denpasar menggenjot hingga 72,30% komposisi dana murah pada kelolaan dana pihak ketiga hingga akhir periode 2011.Pemimpin wilayah BNI Denpasar Johnny Tampubolon mengatakan target dana kelolaan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 25 September 2011  |  16:13 WIB

DENPASAR: PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk kantor wilayah Denpasar menggenjot hingga 72,30% komposisi dana murah pada kelolaan dana pihak ketiga hingga akhir periode 2011.Pemimpin wilayah BNI Denpasar Johnny Tampubolon mengatakan target dana kelolaan murah yang bersumber dari giro dan tabungan akan terus digenjot hingga akhir semester II/2011. Saat ini, tercatat komposisi dana murah sudah mencapai 71,70%."Pada tingginya porsi dana murah, perbankan negara akan dapat berupaya lebih untuk pembiayaan infrastruktur," katanya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.Per Agustus 2011, porsi kelolaan dana pihak ketiga BNI wilayah Denpasar tercatat sebanyak Rp7,70 triliun dari target Rp8,25 triliun.Selain dapat memperlancar pembiayaan negara, tingginya porsi dana murah dipastikan perusahaan dapat menekan biaya. "Serta menaikkan bargain pada lending rate."Pada penyaluran kredit wilayahnya di Provinsi Bali dan Nusa Tenggara, kata dia, tercatat sebesar Rp3,40 triliun atau 93,66% pada semester I/2011, kurang dari target semester yang mencapai Rp3,63 triliun.Pada laporan kinerja BNI Denpasar beberapa waktu lalu, kredit konsumsi menempati angka tertinggi dengan Rp1,36 triliun atau naik 40,64% dibanding periode yang sama 2010 dan diikuti oleh kredit usaha kecil seebesar Rp1,26 triliun yang naik 12,04% dibanding semester I/2010. Adapun pada pemenuhan kredit, perusahaan perbankan yang didirikan pada 1946 ini menyalurkan kredit menengah sebanyak Rp785 miliar.Namun secara keseluruhan, kredit yang disalurkan mengalami kenaikan sebanyak 22,87% dibanding periode semester I/2010 yang hanya menyalurkan kredit sebanyak Rp2,77 triliun. "Pada semester II/2011 perseroan akan menggenjot kredit di sektor usaha kecil dan menengah/UKM dengan maksial plafon Rp100 miliar," kata Johnny. (21/tw)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Ashari Purwo

Editor : Nadya Kurnia

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top