Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Makin sehat deh, Bank Syariah Mandiri disuntik Rp200 miliar

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 September 2011  |  17:27 WIB

 

JAKARTA: PT Bank Syariah Mandiri segera mendapatkan suntikan modal sebesar Rp200 miliar dari induk usaha, guna mendongkrak rasio kecukupan modal yang tergerus akibat ekspansi pembiayaan yang cepat.
 
“Kami akan berikan tambahan modal Rp200 miliar bagi BSM dalam waktu dekat. Itu merupakan bagian dari Rp900 miliar yang mereka [BSM] minta,” ujar Sunarso, Direktur Commercial dan Business Banking Bank Mandiri, di Jakarta hari ini.
 
Sunarso yang juga bertugas mengawasi BSM, berharap tambahan modal tersebut bisa diberikan paling lambat bulan depan. “Mudah-mudahan, karena sudah mendesak dan kami harus jaga CAR [capital adequacy ratio/rasio kecukupan modal ] agar tidak jatuh,” ujarnya.
 
Sisanya kebutuhan modal dari BSM sebesar Rp700 miliar, menurut dia, bisa dipenuhi dengan penambahan modal lagi atau penerbitan sukuk subordinasi [subdebt] oleh bank syariah terbesar di Indonesia tersebut.
 
Namun, lanjutnya, untuk mendapat tambahan modal hingga Rp700 miliar itu BSM harus menunjukan performa bisnis sesuai keinginan dari induk. “Tambahan modal Rp900 miliar tersebut adalah aspirasi mereka dan pemberiannya secara bertahap karena ada hal-hal yang harus dipenuhi seperti KPI [key performance index]” ujarnya.
 
Sebelumnya Yuslam Fauzi, Direktur Utama BSM, mengharapkan induk usaha akan memberikan sekitar 50% dari kebutuhan modal BSM. Sisanya, lanjut dia, direncanakan akan dipenuhi lewat subdebt. 
 
“[Subdebt] ada kemungkinan dan akan kami perjuangkan tahun ini. Kalau induk memberikan Rp450 miliar maka kami akan terbitkan sekitar Rp450 miliar,” ujarnya belum lama ini.
 
Yuslam mengatakan tambahan modal tersebut diperlukan karena rasio kecukupan modal BSM tergerus akibat ekspansi pembiayaan yang kencang sejak awal tahun. Hingga akhir Juni 2011, CAR BSM mencapai 11,24% turun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 12,43%. 
 
Yuslam menambahkan CAR perseron akan semakin tergerus pada semester II/2011 apabila tidak dilakukan suntikan modal baik dari induk usaha maupun aksi korporasi lainnya.
 
Hingga akhir Agustus 2011, BSM mencatatkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp32,89 triliun, meningkat 31,21% dibandingkan dengan posisi akhir 2010. Dengan kinerja tersebut BSM telah mencapai 65,37% dari target pembiayaan pada tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp38 triliun. Adapun posisi outstanding pembiayaan pada akhir 2010 sebesar Rp23,97 triliun. (20)
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Donald Banjarnahor

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top