BPD Kaltim buka kantor cabang di wilayah perbatasan

KRAYAN, Nunukan: Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur (BPD Kaltim) membuka kantor cabang pembantu ke-55 di Krayan, Kabupaten Nunukan, yang berbatasan langsung dengan Malaysia, guna mendukung peningkatan perekonomian daerah dan meredam peredaran mata
manda
manda - Bisnis.com 30 September 2011  |  16:57 WIB

KRAYAN, Nunukan: Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur (BPD Kaltim) membuka kantor cabang pembantu ke-55 di Krayan, Kabupaten Nunukan, yang berbatasan langsung dengan Malaysia, guna mendukung peningkatan perekonomian daerah dan meredam peredaran mata uang asing di perbatasan.Jaringan layanan jasa perbankan ini merupakan kantor cabang pembantu (KCP) BPD Kaltim ke-2 yang hadir di wilayah perbatasan Kaltim (Indonesia)- Malaysia, selain KCP di Kecamatan Sebatik yang dibuka pada 1999.Direktur Utama BPD Kaltim Zainuddin Fanani mengatakan dengan mencermati beberapa potensi ekonomi yang ada dan sebagai bentuk komitmen dalam melaksanakan fungsi lembaga sebagai agen pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada profit semata, maka BPD Kaltim memutuskan membuka KCP di Krayan.“Meskipun dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana yang ada serta akses yang sulit tetapi jika dilihat secara geografis, kami menilai Krayan salah satu wilayah strategis dan memiliki prospek berkembang. Karena Krayan menjadi salah satu pintu gerbang Indonesia untuk bisa menuju ke negara tetangga,” kata Zainuddin, dalam pembukaan KCP Krayan yang diresmikan langsung oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, hari ini.Zainuddin menuturkan sebagai “beranda negara”, pihaknya telah mempersiapkan sebaik-baiknya KCP Krayan, termasuk fasilitas dan sarana pelayanan produk dan jasa yang dilengkapi fasilitas online banking system.Sampai akhir tahun ini, lanjut Zainuddin, BPD Kaltim akan terus memperluas jaringan dengan membuka sekitar 10 KCP baru di beberapa kota kecamatan. Sementara itu, Awang Faroek mengatakan perbatasan sebagai beranda republik harus dibangun lebih baik dan pembangunan wilayah tidak bisa diwujudkan tanpa kerja sama dan dukungan semua pihak, termasuk kehadiran perbankan.“Kehadiran infrastruktur dimulai dengan kehadiran bank. Saya meminta warga Krayan jangan ragu-ragu untuk menyimpan uangnya di BPD dan menikmati jasa layanan keuangan, termasuk kredit tani sejahtera, kredit ternak sejahtera,” kata Awang.Camat Krayan Samuel ST Padan menuturkan telah lama masyarakat berharap agar ada perbankan yang beroperasi di Krayan sehingga memudahkan mereka dalam pengiriman uang bagi anak-anaknya yang kuliah di Pulau Jawa dan kota lainnya di Kaltim.Selain itu, hadirnya KCP Krayan diharapkan dapat meredam mata uang asing, seperti ringgit, yang saat ini masih digunakan sebagai alat pembayaran dalam transaksi sehari-hari, selain rupiah.“Selama ini mereka mengirim uang harus terbang dulu ke Nunukan dan Tarakan, atau via pos. Dengan BPD Kaltim beroperasi disini, orang tua tidak merasa kesulitan. Selain itu juga mendukung dunia usaha, pengembangan sektor pertanian dan peternakan,” tuturnya.Pimpinan Cabang BPD Kaltim Nunukan Suriyatno menegaskan kehadiran KCP Krayan diharapkan dapat membantu masyarakat dan pelaku usaha setempat dalam mengakses layanan jasa keuangan, termasuk pegawai negeri, TNI/Polri yang selama ini terpaksa terbang ke kota Nunukan hanya untuk mengambil gaji.“Untuk target bisnis, kami harapkan dapat menghimpun dana pihak ketiga sebesar Rp10 miliar-Rp15 miliar dan penyaluran kredit sampai Rp5 miliar, dalam waktu 3 bulan ke depan minimal bisa mendukung target kantor cabang,” papar Suriyatno.Kecamatan Krayan hanya bisa ditempuh melalui transportasi udara dengan pesawat kecil seperti Grand Caravan, dan mendarat di bandara perintis Yuvai Semaring. Dengan luas 1.837,54 kilometer persegi dan populasi sekitar 8.438 jiwa, Krayan memiliki potensi di sektor pertanian yakni tanaman padi organik (beras Adan), peternakan dan perkebunan.“Krayan ini satu daerah yang sulit, karena transportasi hanya melalui udara, kalau darat dan lainnya tidak bisa. Brankas yang beratnya 1,2 ton kami angkut dari Nunukan dengan helikopter sewa sebesar Rp50 juta. Perlengkapan kantor lainnya juga kami angkat dengan pesawat,” ujar Suriyatno.Akibat kondisi geografis dan akses transportasi yang terbatas, pembukaan KCP Krayan diperkirakan menelan biaya sebesar Rp300 juta-Rp400 juta. Angka ini lebih tinggi tiga kali lipat bahkan empat kali lipat dari biaya untuk membuka sebuah KCP di wilayah perkotaan.Lebih lanjut, Awang menantang jajaran direksi BPD Kaltim untuk membuka kantor cabang pembantu di Tawau, Malaysia, seiring potensi layanan keuangan yang cukup besar dari para tenaga kerja Indonesia. “Secara bisnis ada potensi, tetapi kami perlu melihat secara aspek legal. Karena ini terkait pembukaan kantor di luar negeri. Kami akan kaji dan koordinasikan dengan Bank Indonesia,” tutup Zainuddin.(mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top