BANK MANDIRI resmikan kantor cabang Shanghai

JAKARTA: PT Bank Mandiri Tbk meresmikan kantor cabang Shanghai, China sebagai upaya perseroan memperkuat bisnis perbankan internasional dan berkontribusi pada peningkatan transaksi perdagangan bilateral.Peresmian tersebut dilakukan oleh Direktur Utama
Sutan Eries Adlin | 27 April 2012 11:58 WIB

JAKARTA: PT Bank Mandiri Tbk meresmikan kantor cabang Shanghai, China sebagai upaya perseroan memperkuat bisnis perbankan internasional dan berkontribusi pada peningkatan transaksi perdagangan bilateral.Peresmian tersebut dilakukan oleh Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini dengan disaksikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah, Pejabat dari Pemerintahan Kota Shanghai, China Banking Regulatory Commission dan State Administration of Foreign Exchange di Shanghai, China pada hari ini Jumat 27 April 2012.Dengan pembukaan kantor cabang Shanghai, Bank Mandiri menjadi satu-satunya perbankan Indonesia yang memiliki cabang di China Daratan. Kantor cabang ini akan melengkapi jaringan kantor luar negeri Bank Mandiri yang saat ini telah berada di Hong Kong, Singapura, Timor Leste, Malaysia, Cayman Islands dan Inggris.Zulkifli mengatakan keberadaan kantor cabang Shanghai diharapkan dapat menunjang perluasan jaringan bisnis perusahaan dari Indonesia ke pusat keuangan internasional serta meningkatkan kontribusi pada program pemerintah untuk mempromosikan ekspor Indonesia, dengan menyediakan jasa perbankan untuk memperlancar perdagangan maupun pelaksanaan proyek transnasional yang ditangani oleh pengusaha Indonesia.“Melalui kantor cabang Shanghai ini, kami akan dapat merintis bisnis dan mengembangkan peluang kerjasama dengan perusahaan-perusahaan China ataupun perusahaan dari negara Asia lainnya yang berminat melakukan perdagangan dan penanaman modal di Indonesia serta sebaliknya,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Bisnis, hari ini Jumat 27 April 2012.Adapun layanan perbankan di kantor cabang Shanghai akan difokuskan pada layanan perbankan internasional berupa trade services, pembiayaan perdagangan, pembiayaan proyek serta transaksi di bidang treasury dari nasabah eksisting Bank Mandiri, khususnya yang saat ini telah memiliki hubungan dagang dengan China dan negara Asia lainnya."Bank Mandiri berharap dapat mendukung peningkatan volume transaksi perdagangan antara Indonesia dan China serta meningkatkan dan memperkuat kerjasama ekonomi antara kedua negara," ujar Zulkifli.Data Kementerian Perdagangan menyebutkan bahwa dari total transaksi perdagangan US$18,2 miliar pada 2007, nilai tersebut telah meningkat menjadi US$49,15 miliar pada akhir tahun lalu dengan kontributor terbesar sektor non migas. Hal itu berarti transaksi perdagangan antara Indonesia dan China tumbuh rata-rata sekitar 28,42% per tahun dalam empat tahun terakhir sehingga menjadikan China sebagai partner dagang utama Indonesia saat ini.Dijelaskan Zulkifli, selama ini Bank Mandiri telah berkontribusi signifikan dengan menjadi salah satu bank utama dalam bisnis transaksi perdagangan internasional Indonesia, termasuk dengan China."Hal itu terlihat dari kinerja perseroan pada triwulan I – 2012 yang telah menyalurkan pembiayaan untuk transaksi perdagangan internasional  senilai US$ 22.47 miliar atau tumbuh 21% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan demikian penguasaan pangsa pasar Bank Mandiri pada bisnis ini pada posisi akhir 2011 sebesar 26.5% untuk transaksi Ekspor dan 26.4% untuk transaksi Impor. Data tersebut belum termasuk transaksi Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri [SKBDN]," ujarnya.Keberhasilan Bank Mandiri sebagai leader di bidang trade finance tidak lepas dari dukungan bank koresponden yang saat ini berjumlah 1.196 bank koresponden guna mendukung 1.590 jaringan kantor cabang dalam negeri dan 5 kantor cabang luar negeri yang telah dimiliki Bank Mandiri saat ini.Zulkifli melanjutkan bahwa peran yang akan dijalankan kantor cabang ini sangat penting bagi pencapaian target transaksi perdagangan Indonesia-China yang sebesar US$80 miliar pada 2015 karena kantor cabang ini terletak di pusat keuangan China di mana banyak perusahaan besar dunia menempatkan kantor cabang atau kantor perwakilan mereka.“Kantor cabang ini diharapkan dapat membuka jendela kesempatan bagi perusahaan Indonesia, terutama perusahaan milik negara dalam menciptakan jaringan bisnis baru dengan mitra asing. Dengan cara ini, artinya kita akan dapat menyaksikan semakin banyak sinergi antara sesama perusahaan BUMN dalam berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional,“ katanya. (faa)

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top