Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KREDIT PERBANKAN di Sumut tersalurkan Rp109,74 triliun

MEDAN: Nilai nominal penyalurkan kredit perbankan di Sumatra Utara sampai Maret 2012 mencapai Rp109,74 triliun atau meningkat sebesar 3,47% dibandingan bulan sebelumnya.
Andi Suhendri Rambe
Andi Suhendri Rambe - Bisnis.com 15 Mei 2012  |  16:14 WIB

MEDAN: Nilai nominal penyalurkan kredit perbankan di Sumatra Utara sampai Maret 2012 mencapai Rp109,74 triliun atau meningkat sebesar 3,47% dibandingan bulan sebelumnya.

 
Mikael Budisatrio, Kepala Divisi Kantor Perwakilan  Wilayah IX (Sumut dan Aceh) Bank Indonesia,  mengakui peningkatan penyaluran kredit perbankan di Sumut  Maret 2012 naik sedikit dibandingkan bulan Februari karena penurunan suku bunga pinjaman menjadi 11,56% per tahun.
 
“Suku bunga pinjaman kredit dua tahun terakhir relatif rendah. Dengan demikian debitur memanfaatkan kredit perbankan untuk modal kerja,” ujarnya kepada Bisnis hari ini, Selasa 15 Mei 2012.
 
Menurut dia, pangsa pasar perbankan konvensional terhadap total nominal kredit perbankan mencapai 95,36%, sedangkan bank syariah hanya memberikan kontribusi 4,64%.
 
Dukungan utama terhadap sektor ekonomi di Sumatra Utara masih menunjukkan peningkatan terutama sektor perdagangan, hotel, dan restoran yang mengalami peningkatan tertinggi mencapai 6,96% dengan nominal sebesar Rp1,75 triliun.
 
“Peningkatan ini terjadi seiring dengan tingginya aktivitas konsumsi masyarakat di daerah ini,” tegasnya.
 
Mengenai kualiatas kredit perbankan di daerah ini, menurut dia, masih terjaga dengan baik yang tampak dari gross non performing loans (NPLs) pada posisi Maret 2012 hanya 2,37%.
 
Sementara itu, lanjutnya,  loan to deposit ratio (LDR) perbankan di Sumut tercatat 85,17% pada Maret 2012.
 
Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Sumut Khairul Mahalli mengatakan dukungan perbankan untuk mendorong ekonomi daerah ini masih dapat dioptimalkan mengingat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) rate relatif rendah. Artinya, kata dia, dengan turunnya BI Rate perbankan sudah menurunkan suku bunga simpanan dana pihak ketiga yang akan menurunkan suku bunga pinjaman perbankan kepada debitur.
 
Pengusaha restoran ini, mengakui saat ini restoran di Medan tumbuh menjamur. “Segala jenis makanan di Medan sudah tersedia karena restoran setiap bulan bertambah di daerah ini. Masing-masing restoran memiliki ciri khas sendiri,” tuturnya.
 
Sebagian kalangan menilai bertumbuhnya restoran di daerah ini dinilai sebagai pertumbuhan ekonomi yang kurang berkualitas. Akan tetapi, lanjutnya, Medan bisa dikembangkan menjadi kota wisata kuliner yang murah.
 
Selain itu, paparnya, industri manufaktur di Sumatra Utara juga mengalami pertumbuhan pesat, sehingga ekonomi daerah ini tetap pada jalur pertumbuhan di atas 6% per tahun atau di atas pertumbuhan ekonomi nasional.
 
“Saya menilai ekonomi Sumut akan berlari kencang jika Bandara Kuala Namu sudah beroperasi penuh,” tuturnya. (sut)
 
 
 

 

 

BACA JUGA:

>>Asing Lepas Blue Chip, Indeks Melandai  4.013,27

>>Jakarta Composite Index Slips 1.02% To 4,013.27

>>REKAP MARKET: Inilah Risalah Berita Market

>> Duh! Konser Lady Gaga dilarang polisi

10 ARTIKEL PILIHAN REDAKSI HARI INI

5 KANAL TERPOPULER BISNIS.COM

10 ARTIKEL MOST VIEWED BISNIS.COM

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top