Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembiayaan OTOMOTIF & PROPERTI diproyeksi melambat

JAKARTA: Bank Indonesia memproyeksikan pelambatan pembiayaan otomotif dan properti akibat kebijakan loan to value akan berlangsung singkat dan kembali normal pada tahun depan.Bank sentral menjanjikan akan segera merevisi aturan mengenai loan to value
Sutan Eries Adlin
Sutan Eries Adlin - Bisnis.com 15 Mei 2012  |  17:19 WIB

JAKARTA: Bank Indonesia memproyeksikan pelambatan pembiayaan otomotif dan properti akibat kebijakan loan to value akan berlangsung singkat dan kembali normal pada tahun depan.Bank sentral menjanjikan akan segera merevisi aturan mengenai loan to value (LTV) apabila terjadi perlambatan yang signifikan pada bisnis properti dan otomotif pada tahun ini.Mulya E. Siregar, Direktur Eksekutif Departemen Penelitian dan Pengaturan Bank Indonesia (BI), mengatakan bank sentral memproyeksi kredit otomotif hanya melambat selama 3-4 bulan setelah kebijakan LTV diberlakukan pada 15 Juni mendatang.Sementara itu, kredit pemilikan rumah (KPR) diperkirakan akan melambat sekitar 7-8 bulan pasca implementasi dan akan diperkirakan akan normal pada tahun depan."Ini ibaratnya kredit konsumer di Indonesia sudah pakai mesin Ferrari. Kalau tidak dilengkapi dengan ban yang bagus maka akan ngesot [slip]. Makanya perlu masuk pit stop sebentar setelah itu kredit bisa di gas kencang dengan tingkat kehati-hatian yang lebih bagus," ujarnya, Selasa, 15 Mei 2012.Perlambatan tersebut, kata dia, diproyeksi tidak akan menggerus pertumbuhan kredit konsumer secara signifikan. Bank sentral optimis kredit konsumer akan tetap tumbuh di atas 15% selama tahun ini.Dia menegaskan pelaku industri tidak perlu khawatir karena bank sentral siap merevisi aturan mengenai LTV apabila terjadi perlambatan yang signifikan dalam pertumbuhan."Kalau memang ada perlambatan yang signifikan, kami bisa duduk bersama untuk merevisi. Perlu ditegaskan bahwa Surat Edaran dan Peraturan Bank Indonesia itu bukan kitab suci." (ra)

 

 

BACA JUGA:

>> MARKET CLOSING—IHSG Turun Tipis 7,42 Poin

>>Jakarta Composite Index Slips 1.02% To 4,013.27

>>REKAP MARKET: Inilah Risalah Berita Market

>> Duh! Konser Lady Gaga dilarang polisi

10 ARTIKEL PILIHAN REDAKSI HARI INI

5 KANAL TERPOPULER BISNIS.COM

10 ARTIKEL MOST VIEWED BISNIS.COM


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top