Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PERRY WARJIYO: Anak Petani di Kursi Deputi Gubernur BI

BISNIS.COM,JAKARTA--Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih periode 2013--2018, Perry Warjiyo, menggambarkan dirinya sebagai sosok keluarga petani yang berasal dari sebuah kecamatan kecil di Jawa Tengah, ketika menjalani uji kelayakan dan kepatutan
Stefanus Arief Setiaji
Stefanus Arief Setiaji - Bisnis.com 15 Maret 2013  |  09:24 WIB

BISNIS.COM,JAKARTA--Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih periode 2013--2018, Perry Warjiyo, menggambarkan dirinya sebagai sosok keluarga petani yang berasal dari sebuah kecamatan kecil di Jawa Tengah, ketika menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi XI DPR, Kamis (14/3/2013).

"Saya lahir dari keluarga petani. Jiwa saya petani, karena itu saya tau bagaimana nasib petani di daerah saya di Delanggu [kecamatan di Klaten Jawa Tengah] sana harus hidup," ceritanya mengenang.

Saat itu, Perry bercerita dalam kapasitas masih sebagai calon deputi gubernur bank sentral yang diuji bersama koleganya Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI, Hendar.

Kamis malamnya, sekitar pukul 20.30 WIB, penyandang gelar doktor bidang moneter dan ekonomi internasional dari Iowa State University, Ames, Iowa, AS tersebut, akhirnya secara aklamasi diumumkan terpilih sebagai Deputi Gubernur BI menggantikan Budi Mulya yang diduga terjerat kasus hukum.

Menjadi berkorelasi, jiwa petani yang tertanam sejak kecil menjadikan Perry saat menjalani fit and proper banyak memaparkan visi dan misi pengelolaan makroprudensial, terutama yang menyangkut industri pertanian di Tanah Air.

Sebagai seorang peneliti di lingkungan bank sentral, Perry paham betul sejauh mana keberpihakan perbankan nasional dalam menyalurkan fasilitas kredit kepada industri pertanian di Tanah Air.

Pria kelahiran Sukoharjo 25 Februari 1959 menggambarkan pembiayaan perbankan kepada sektor pertanian dalam negeri masih kurang dari 6% dibandingkan dengan alokasi penyaluran kredit perbankan nasional.

"Porsi kredit pertanian kira-kira 5,4%, nilainya sekitar Rp150 triliun. Kalau yang 5,4% itu dibedah lagi, sebanyak 63% penyaluran kreditnya kepada pertanian kelapa sawit, sedangkan produk holtikultura kecil sekali," katanya.

Berangkat dari permasalah ini, Perry berharap kombinasi kebijakan makroprudensial yang akan menjadi tugas BI ke depan mampu mendorong pembiayaan ke sektor pertanian itu.

Hal itu pula yang diamanatkan Komisi XI DPR kepada deputi gubernur bank sentral terpilih agar mampu mendorong pembiayaan perbankan ke sektor pertanian produktif, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). (msb)

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia perry warjiyo deputi gubernur bank indonesia

Sumber : Stefanus Arief Setiaji

Editor : Others
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top