STOCK SPLIT TELKOM: Dahlan Yakin Mampu Genjot Transaksi Saham

BISNIS.COM, JAKARTA—Rencana PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang akan melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) direspons positif karena diprediksi mampu meningkatkan transaksi perdagangan saham perseroan.
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 22 April 2013  |  19:38 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA—Rencana PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang akan melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) direspons positif karena diprediksi mampu meningkatkan transaksi perdagangan saham perseroan.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan harga saham Telkom dinilai sudah terlalu mahal sehingga memicu kecilnya volume transaksi perdagangan.

“Harga sahamnya sudah terlalu mahal dan membuat transaksinya kecil,” tutur Dahlan ketika dijumpai usai acara Mandiri Chief Financial Officer (CFO) Forum 2013 di Jakarta, Senin (22/4/2013).

Kementerian BUMN meminta perusahaan pelat merah itu segera melakukan terobosan untuk mengantisipasi terjadinya penurunan volume perdagangan saham di masa mendatang.

Salah satu langkah normal yang biasa dilakukan perseroan adalah pemecahan nilai nominal saham (stock split).

“Langkah itu [stock split] untuk dilakukan bagi perusahaan yang harga sahamnya sudah terlalu mahal, seperti PT Semen Gresik Tbk [sekarang PT Semen Indonesia Tbk] dahulu melakukan langkah itu,” terangnya.

Kendati demikian, Kementerian BUMN menyerahkan aksi korporasi tersebut sepenuhnya kepada direksi Telkom.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
stock split, telkom, tlkm

Editor : Fajar Sidik
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top