Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KANTOR CABANG BANK: Pasar Jawa Mulai Jenuh

TAHUKAH Anda? Dalam 5 tahun terakhir pertumbuhan kantor cabang perbankan di luar Jawa justru lebih tinggi jika dibandingkan dengan Jawa, meskipun dari sisi jumlah pulau yang terbagi dalam enam provinsi itu masih dominan.
Hendri Tri Widi Asworo
Hendri Tri Widi Asworo - Bisnis.com 09 Juli 2013  |  08:23 WIB

TAHUKAH Anda? Dalam 5 tahun terakhir pertumbuhan kantor cabang perbankan di luar Jawa justru lebih tinggi jika dibandingkan dengan Jawa, meskipun dari sisi jumlah pulau yang terbagi dalam enam provinsi itu masih dominan.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis dari statistik Bank Indonesia, hingga April 2013 jumlah jaringan perbankan di Indonesia mencapai 3.525 kantor cabang, rata-rata meningkat 25,18% dalam 5 tahun terakhir.

Pada periode yang sama, pertumbuhan kantor cabang perbankan di luar Jawa lebih tinggi dari rata-rata nasional, yakni 29,1%. Dalam 5 tahun terakhir cabang bank di luar Jawa bertambah 379 kantor menjadi 1.681 kantor.

Adapun, di Jawa jaringan bank bertambah 330 kantor cabang. Secara persentase tumbuh di bawah rata-rata nasional 21,79%. Namun, dari sisi jumlah masih mendominasi dengan 1.844 kantor cabang, lebih dari separuh total jaringan perbankan di Indonesia.

Sebanyak lima provinsi di Jawa masuk dalam peringkat 11 besar nasional yang memiliki kantor cabang terbanyak, yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten. Hanya Daerah Istimewa Yogyakarta yang tak masuk 11 besar nasional.

Secara persentase, Sumatra Selatan merupakan provinsi yang mengalami pertumbuhan terbesar, yakni 53,12% menjadi 98 kantor cabang. Kemudian, provinsi Banten 52,45% menjadi 93 kantor cabang, dan Sumatra Utara 32,87% menjadi 194 kantor cabang.

Adapun, Jakarta mendominasi pertambahan jaringan bank, yakni 109 kantor cabang (23,43%) menjadi 573 kantor cabang. Provinsi ‘termiskin’ dalam jumlah jaringan bank adalah Sulawesi Barat dan Gorontalo yang masing-masing 15 kantor cabang dan 16 kantor cabang.

Sementara itu, provinsi minus pertumbuhan jaringan bank adalah Maluku yang jumlahnya menurun dari 33 kantor cabang pada April 2013 menjadi 30 kantor cabang dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pembukaan jaringan pascakrisis sempat tertekan dengan pertumbuhan hanya 42 kantor cabang pada 2009, terendah dalam 5 tahun terakhir. Ekspansi kantor cabang bank mulai meningkat pada 2011 yang mencapai 294 kantor cabang dalam setahun.

Bank sentral sendiri mulai membatasi pembukaan kantor cabang dengan mendorong ekspansi ke daerah seiring dengan penerapan kebijakan izin berjenjang atau multiple license.

Perluasan kantor cabang pada masa mendatang harus mengacu pada tingkat kesehatan bank dan alokasi modal inti yang di dasarkan pada jenis kantor dan zona.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank jawa luar jawa

Sumber : Bisnis Indonesia (9/7/2013)

Editor : Yusran Yunus
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top