Sambut MEA 2015, BPD Siap Perkuat Modal

Bisnis.com, JAKARTA - Bank pembangunan daerah (BPD) diharapkan memperkuat permodalan guna menghadapi persaingan yang semakin ketat menjelang masyarakatekonomi Asean (MEA) 2015.Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Halim Alamsyah mengatakan permodalan yang
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 29 Juli 2013  |  07:58 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Bank pembangunan daerah (BPD) diharapkan memperkuat permodalan guna menghadapi persaingan yang semakin ketat menjelang masyarakat
ekonomi Asean (MEA) 2015.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Halim Alamsyah mengatakan permodalan yang kuat diperlukan di sektor regional dan nasional.
“Saat ini ada tiga BPD yang memiliki permodalan cukup kuat yakni Bank Jabar Banten (BJB), Bank Jatim dan Bank DKI. Masing-masing minimal Rp2 triliun,” ungkapnya, Sabtu (27/7/2013).

Dia menjelaskan BPD harus mulai memikirkan hal yang akan dilakukan untuk menambah modal dalam 3 tahun mendatang. Selain itu, Halim menjelaskan peran strategis BPD untuk menyediakan pembiayaan bagi usaha-usaha pelaksanaan pembangunan daerah guna mendukung pembangunan nasional dan pertumbuhan ekonomi.

“Semakin besar modal bank, maka semakin cepat bank itu berkembang untuk penyaluran kredit,” ucapnya.

Halim juga meminta agar BPD melakukan penyaluran pembiayaan ke sektor riil yang produktif guna menggerakkan perekonomian daerah. Dia mengungkapkan saat ini pertumbuhan aset kelompok BPD mengalami pertumbuhan yang relatif lambat dalam 3 tahun terakhir.

Per Mei 2013, total aset BPD mencapai Rp405,3 triliun atau memiliki porsi sebesar 9,2% dari total aset perbankan nasional. Adapun, total aset perbankan nasional mencapai Rp4.418,7 triliun.

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko BJB Zainal Arifin menyatakan pihaknya ingin mewujudkan cita-cita sebagai BPD yang mampu bersaing MEA.

Zainal menjelaskan rasio kecukupan modal (CAR) BJB semester I/2013 sebesar 16%. Dia mengungkapkan strategi yang dilakukan adalah memperkuat kredit sektor produktif terutama pembiayaan mikro dan komersial.

“Kredit produktif kami mencapai 30% dan kredit konsumsi mencapai 70%. Ini angka yang lebih baik dibandingkan dengan [masa] sebelum go public, kredit konsumsi 90% dan produktif 10%,” ujarnya.

Pemilik saham BJB, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen kuat untuk memperkuat permodalan BJB.
“BJB akan meningkatkan kualitas IT dan SDM agar ke depan semakin mampu bersaing dengan bank-bank lain. Selain itu, penambahan 2.000 karyawan dilakukan untuk memperkuat SDM dan mempercepat pertumbuhan bisnis,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bjb, bpd, masyarakat ekonomi asean

Editor : Yusran Yunus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top