Tips Memaksimalkan THR Ala Safir Senduk

Bisnis.com, JAKARTA – Hampir semua orang mengenal siapa itu Safir Senduk. Dia sudah populer sejak 1998 saat dirinya dan beberapa rekan mendirikan sebuah kantor konsultan keuangan bernama Safir Senduk & Rekan.
Martin Sihombing | 02 Agustus 2013 21:19 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Hampir semua orang mengenal siapa itu Safir Senduk. Dia sudah populer sejak 1998 saat dirinya dan beberapa rekan mendirikan sebuah kantor konsultan keuangan bernama Safir Senduk & Rekan.

Sejak itu, namanya melambung. Apalagi setelah munculnya buku Seri Perencanaan Keuangan Keluarga -yang ditulisnya- pertama di Indonesia terbit.

Safir Senduk kian dikenal masyarakat dan dia pun menjadi pembicara di seminar, pelatihan, dan sejumlah acara di media TV dan radio.

Safir yang lahir di Jakarta, 19 Desember 1973, mengaku ilmu perencanaan keuangan yang ‘dikuasai’ terbentuk secara otodidak dengan membaca banyak buku. Banyak tipsnya didengar dan dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari.

Termasuk soal THR. Di mana hari-hari ini, sesuai aturan pemerintah, minimal sepekan sebelum Hari Raya Idul Fitri, perusahaan harus memberikan tunjungan hari raya (THR) kepada karyawan, banyak orang yang telah menerima THR. Persoalanya, bagaimana agar THR itu bermanfaat, banyak yang belum mengetahui caranya.

Padahal, THR itu bisa dimaksimalkan untuk kepentingan kita. Berikut beberapa trik jitu untuk memaksimalkan manfaat THR versi Safir Senduk (shvoong.com).

1. Simpan di rekening bank yang tidak ber ATM

THR biasanya diberikan oleh perusahaan jauh hari sebelum hari raya. Supaya tidak keburu habis digunakan, pindahkan uang THR ke rekening bank yang tidak dilengkapi dengan kartu ATM supaya tidak leluasa setiap saat menarik uang dari mesin ATM.

2. Ditabung sebagian

Sebelum menggunakan THR untuk membeli keperluan hari raya, upayakan untuk menyisihkan sekitar 10% untuk ditabung. Tentu saja semakin besar uang THR yang disisihkan untuk ditabung makin baik. Jika ingin membeli barang untuk Anda, cobalah membeli produk yang memiliki nilai investasi seperti emas.

3. Dahulukan yang penting

Buatlah daftar barang-barang atau keperluan-keperluan apa saja yang harus didahulukan. Misalnya jika ingin pulang kampung dahulukan membeli tiket pulang-pergi. Sisihkan untuk membayar THR orang-orang yang bekerja di rumah Anda seperti PRT, supir, dan lain-lain. Alokasikan sebagian uang THR untuk membeli makanan dan kue suguhan Lebaran. Jika masih cukup, Anda tidak perlu mengekang keinginan untuk membeli baju Lebaran. Tapi ingat tidak perlu membeli terlalu banyak.

4. Atur THR Anda dan suami

Jika Anda dan suami sama-sama karyawan yang bekerja untuk perusahaan, tentunya akan mendapatkan 2 THR. Alokasikan THR suami untuk membiayai berbagai kepentingan Lebaran. Anda jadi bisa memanfaatkan porsi THR Anda yang belum terpakai untuk ditabung dan digunakan untuk belanja keperluan pribadi lainnya.

5. Sisihkan untuk orang lain

Hari raya selalu identik dengan keinginan berbagi dengan orang lain yang membutuhkan bantuan. Sisihkan sejumlah uang untuk membayar zakat dan sedekah. Anda akan merasakan kepuasan lahir dan batin.

6. Anggaran mudik

Jika ingin pulang mudik, sebaiknya buat perencanaan jauh-jauh hari. Jangan lupa, biaya yang dikeluarkan pasti lebih besar daripada merayakan hari raya di rumah saja. Buatlah perkiraan kenaikan harga tiket yang biasanya melonjak tinggi menjelang hari raya. Kurangi pembelanjaan yang tidak perlu. Lebih baik fokuskan diri pada biaya-biaya yang akan dikeluarkan selama perjalanan mudik, selama di kampung, dan perjalanan pulang.

7. Lunasi utang

Setiap kali mendapat THR, orang cenderung lupa melunasi utang. Padahal Anda bisa memanfaatkan sejumlah uang THR untuk melunasi utang. Keluarkan daftar utang lalu prioritaskan pembayaran utang yang berbunga paling besar. Mungkin Anda akan merasa uang THR jadi habis tanpa mendapatkan suatu barang. Anda baru merasakan betapa ringannya hidup tanpa utang, setelah masa hari raya usai. Saat-saat itu, bebanyakan orang biasanya mengalami kondisi tongpes alias kantong kempes sementara utang makin menumpuk.

8. Investasi

Uang THR boleh saja digunakan untuk investasi. Jika ingin aman, sebaiknya memang berkonsultasi dulu dengan pakarnya. Investasi yang lebih aman bisa dilakukan dengan cara menggunakan uang THR untuk membayar premi asuransi pendidikan anak-anak, asuransi kesehatan, atau asuransi jaminan hari tua.

 

Tag : perencanaan keuangan, lebaran, thr, safir senduk
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top