Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

AFI Mencari Host Country Baru

Bisnis.com, KUALA LUMPUR – Alliance of Financial Inclusion membuka pendaftaran bagi seluruh anggota untuk menjadi tuan tumah (host country) bagi sekretariat, yang akan beroperasi sejalan dengan transformasi menjadi lembaga internasional independen.
Donald Banjarnahor
Donald Banjarnahor - Bisnis.com 11 September 2013  |  20:17 WIB
Bagikan

Bisnis.com, KUALA LUMPUR – Alliance of Financial Inclusion membuka pendaftaran bagi seluruh anggota untuk menjadi tuan tumah (host country) bagi sekretariat, yang akan beroperasi sejalan dengan transformasi menjadi lembaga internasional independen.

Alfred Hennig, Direktur Eksekutif Alliance of Financial Inclusion (AFI), mengatakan proses seleksi terhadap host country akan dilakukan secara transparan dalam dua tahap. “Proses ini terbuka bagi seluruh anggota AFI,” ujarnya disela-sela Global Policy Forum AFI 2013 Rabu (11/9/2013).

Dia menjelaskan dalam tahap pertama adalah penyataan minat dari para anggota yang kemudian akan diseleksi berdasarkan sejumlah kriteria yang telah ditentukan. Proses ini diharapkan akan selesai dalam dua bulan.  

Setelah itu, tuturnya, AFI akan melakukan uji tuntas terhadap para anggota yang masuk dalam short list selama kurun waktu 6 bulan mulai Oktober mendatang. “Kami harapkan bisa selesai pada April 2014,” ujarnya.

Dia mengatakan sejumlah kriteria dalam host country adalah negara yang memiliki biaya hidup murah. Selain itu, negara tersebut harus memiliki infrastruktur, kestabilan serta keamanan. “Calon anggota yang akan menjadi host country juga harus memiliki staf yang teredukasi dengan baik agar dapat bekerja dengan AFI,” ujarnya.

Dalam GPF-AFI 2013, salah satu isu utama yang dibahas adalah menyiapkan transformasi menjadi lembaga internasional yang independen.  Sejak berdiri 2008, AFI belum menjadi lembaga independen karena lebih merupakan proyek besar di bawah administrasi German International Cooperation (GIZ) dan mendapat dana dari Yayasan Bill dan Melinda Gates.

“Salah satu tonggak sejarah penting adalah keputusan anggota untuk menjadi lembaga independen,” ujar Alfred.

Dalam pertemuan AFI tahunan ini dibentuk sub committee on independence yang akan merumuskan tahapan menjadi lembaga independen, termasuk struktur legal organisasi dan pendanaan lembaga yang akan berasal dari iuran anggota.

Selain  itu, juga dibentuk sub committee host country yang akan menyeleksi negara yang akan menjadi pusat sekretariat AFI. Selama ini, host country dari AFI berlokasi di Bangkok, Thailand.

Pungky Purnomo Wibowo, Direktur Departemen Pengembangan UMKM dan Akses Finansial Bank Indonesia (BI) yang juga hadir dalam GPF-AFI 2013 mengatakan pihaknya berminat mendaftarkan Indonesia sebagai host country dari AFI.

Menurutnya,manfaat menjadi host country dari AFI cukup besar karena berhubungan dengan financial inclusion yang sudah menjadi program utama Indonesia di bawah koordinasi Wakil Presiden Budiono.

Saat ini AFI sudah memiliki 108 anggota yang berasal lebih dari 85 negara. Indonesia memiliki peran cukup vital dalam aliansi karena merupakan salah satu anggota pendiri. Salah satu dari sembilan steering committe AFI juga berasal dari Indonesia yakni Deputi Gubernur BI Ronald Waas. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bi afi
Editor : Bambang Supriyanto
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top