Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menggaet Gerakan Pemuda Ansor untuk membidik komunitas pesantren dalam membantu finansial inclusion di Indonesia.
GP Ansor sebagai organisasi pemuda di bawah naungan Nahdatul Ulama dinilai memiliki kemampuan dan motivasi untuk terus membantu komunitas di sekitar pesantren dalam mengembangkan perekonomiannya, dari masyarakat pra sejahtera menjadi sejahtera.
Salah satunya adalah dengan melakukan pengujian terhadap pesantren-pesantren yang memiliki catatan sukses mengembangkan perekonomian komunitasnya dalam dua dekade terakhir.
Tribuana Tunggadewi, Sekretaris Perusahaan BNI mengatakan melalui proses penjurian yang ketat, GP Ansor menetapkan 3 pondok pesantren terbaik dalam mengembangkan usaha berbasis komunitasnya.
Ketiga pesantren itu antara lain Pondok Pesantren Al-Ittifaq Ciwidey, Bandung, Jawa Barat, BMT/ Koperasi Simpan Pinjam Pondok Pesantren Sidogiri Syariah, Pasuruan, Jawa Timur, dan Usaha dagang pupuk organik, obat-obat herbal, dan air minum Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur.
"Ketiganya diputuskan sebagai penerima penghargaan Nahnu Ansorulloh dari GP Ansor," ujarnya dalam siaran pers, Minggu (5/1/2014).
Untuk itu, BNI tertarik turut memperkuat usaha yang telah dirintis ketiga pesantren tersebut, sehingga sebagai langkah awal, Direktur Utama BNI Gatot M. Suwondo dan Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di sela-sela Harlah ke-80 GP Ansor di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (4/1/2014). Acara tersebut juga dihadiri oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.
Menurut Gatot, BNI ingin memperkenalkan jasa-jasa keuangan kepada komunitas pesantren, yang kali ini diawali melalui MoU dengan GP Ansor.
"Bukan hanya produk perbankan, kami juga akan memperkenalkan produk-produk keuangan lain, seperti asuransi, sehingga upaya pengembangan financial inclusion semakin menguat," katanya.