Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANK PUNDI (BEKS) Targetkan Kredit Rp1,5 Triliun, Fokus UMKM

PT Bank Pundi Indonesia Tbk. (BEKS) menargetkan penyaluran kredit Rp1,5 triliunRp1,8 triliun pada tahun ini, yang mana sebagian besar kucuran kredit tersebut akan tetap disalurkan kepada pelaku UMKM.
Yanto Rachmat Iskandar
Yanto Rachmat Iskandar - Bisnis.com 27 April 2014  |  12:25 WIB
Pasar kredit UMKM di Indonesia masih terbuka luas mengingat besarnya jumlah pelaku UMKM yang mencapai puluhan juta unit usaha.  - bisnis.com
Pasar kredit UMKM di Indonesia masih terbuka luas mengingat besarnya jumlah pelaku UMKM yang mencapai puluhan juta unit usaha. - bisnis.com

Bisnis.com, BANDUNG - PT Bank Pundi Indonesia Tbk. (BEKS) menargetkan penyaluran kredit Rp1,5 triliun—Rp1,8 triliun pada tahun ini, yang mana sebagian besar kucuran kredit tersebut akan tetap disalurkan kepada pelaku UMKM.

Direktur Utama Bank Pundi Paulus Wiranata mengemukakan pada 2013, total kredit yang disalurkan perseroan mencapai Rp6,8 triliun. Sebagian besar kucuran kredit tersebut atau sebesar Rp6,5 triliun merupakan kredit mikro.

“Kami memiliki customer base sebanyak 120.000 UMKM hingga April 2014 ini yang merupakan 95% dari total customer base,” katanya di Bandung, Sabtu (26/4/2014).

Menurut Paulus, kebijakan perseroan ini juga sejalan atau bahkan melampui arahan dari Bank Indonesia yang meminta 20% dari portofolio kredit perbankan mengalir kepada UMKM.

Dia menilai pangsa pasar kredit UMKM di Indonesia masih terbuka luas mengingat besarnya jumlah pelaku UMKM yang mencapai puluhan juta unit usaha.

Pada 2013 lalu, sebagian besar kredit mikro Bank Pundi masih mengucur kepada UMKM di sektor perdagangan (55%). Sisanya mengalir pada sektor pertanian, industri rumahan, dan restoran.

Pada tahun ini, perseroan akan mulai menggenjot kredit kepada pelaku UMKM di sektor agrikultur yang pada 2013 lalu porsi kucuran kreditnya baru mencapai 2,4%.

“Memang risiko lumayan, tetapi bukan berarti para petani itu nakal, tapi lebih karena disaster saja. Jadi harus ada pengaturan pula kepada asuransinya. Asuransinya ada, bukan tidak ada,” tuturnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank pundi
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top