Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Transaksi Pasar Uang Antar Bank Melonjak

Di tengah masih seretnya pertumbuhan dana masyarakat yang masuk ke perbankan, perdagangan uang antar bank (PUAB) diyakini bakal terus meningkat.nn
Galih Kurniawan
Galih Kurniawan - Bisnis.com 13 Agustus 2014  |  04:49 WIB
Transaksi Pasar Uang Antar Bank Melonjak
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Di tengah masih seretnya pertumbuhan dana masyarakat yang masuk ke perbankan, perdagangan uang antar bank (PUAB) diyakini bakal terus meningkat.

Kepala Ekonom PT Bank Tabungan Negara Tbk Agustinus Prasetyantoko mengatakan sejauh ini indikasi bakal membaiknya likuiditas melalui transaksi antar bank sudah terlihat. “Outstanding transaksi antar bank sudah meningkat signifikan,” ujarnya kepada Bisnis belum lama ini.

Meskipun begitu Agustinus mengakui likuiditas dari dana nasabah masih terus tertekan. Menurutnya kenaikan dana yang masuk dari masyarakat pasca Lebaran tidak mencerminkan perbaikan likuiditas di industri perbankan secara keseluruhan. Dia meyakini kondisi ini akan menghambat ekspansi kredit perbankan sepanjang 2014.

Dia meyakini laba perbankan tahun ini bakal tergerus meski tidak cukup besar. “Asumsi pertumbuhan ekonomi tahun ini sekitar 5,1%, bank masih dihadapkan pada likuiditas ketat,” katanya.

Direktur PT Bank OCBC NISP Tbk Hartati mengatakan transaksi repo antar bank sudah membaik. Hal ini terlihat dari suku bunga 1 bulan yang turun dari 7,06% menjadi 7,1%, bahkan jauh lebih rendah dibandingkan JIBOR 1 bulan yang mencapai 7,69%.

Menurutnya transaksi repo pada semester II/2014 meningkat dibandingkan semester I/2014. “Tapi transaksi belum terlalu aktif karena pada umumnya bank berada pada posisi yang sama sebagai lender,” ujarnya saat dihubungu, Selasa (12/8).

Managing Director of Treasury Financial Institutions & Special Asset Management PT Bank Mandiri Tbk Royke Tilaar mengatakan kenaikan PUAB terjadi karena perbankan mengantisipasi kebutuhan dana oleh masyarakat selama Lebaran dan libur panjang.

“Makanya sebagian besar bank menempatkan dananya untuk jangka pendek,” katanya.

Mengacu pada data Bank Indonesia, kenaikan transaksi PUAB sudah terlihat pada Juni lalu. Rata-rata volume PUAB naik menjadi Rp13,0 triliun dari Rp11,1 triliun pada bulan sebelumnya.

Namun menurut BI hal ini terjadi seiring dengan meningkatnya kebutuhan perbankan untuk menjaga likuiditas selama Ramadan lalu. Rata-rata volume deposit facility, DF O/N, juga naik menjadi Rp91,5 triliun dari Rp88,8 triliun

Sepanjang Juni 2014 rata-rata tertimbang suku bunga PUAB O/N pun relatif stabil sebesar 5,85% dibandingkan 5,86% pada bulan sebelumnya lantaran tak ada perubahan BI Rate.

Menurut Bank Indonesia, pada Juni spread suku bunga PUAB O/N terhadap deposit facility, DF O/N, relatif tetap sebesar 10 bps, sedangkan spread suku bunga PUAB O/N terhadap BI Rate stabil sebesar 165bps.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri perbankan puab
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top