Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Begini Saran Takaful Sebelum Memilih Produk Asuransi Syariah

Begini Saran Takaful Sebelum Memilih Produk Asuransi Syariah
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 24 Januari 2015  |  16:25 WIB
Ilustrasi - Jibiphoto
Ilustrasi - Jibiphoto

Bisnis.com, JAKARTA -- Pertumbuhan jasa keuangan syariah mulai dari bank, pegadaian, asuransi hingga lembaga pembiayaan perlu disambut baik. Yang anyar makin banyaknya calon asuransi syariah yang akan berdiri.

Tentu bagi calon nasabah perlu cermat untuk menentukan perusahaan asuransi syariah mana yang akan menjadi mitra.

Agar kita tidak salah memilih asuransi syariah, perusahaan asuransi takaful melalui laman resminya yang dikutip Sabtu (24/1/2015) memberikan beberapa tips yang perlu kita perhatikan:

1. Mengetahui Kebutuhan

Calon nasabah asuransi harus mengetahui produk apa yang menjadi kebutuhan. Asuransi syariah dapat berupa Asuransi Jiwa, Asuransi Kesehatan, Asuransi Kecelakaan, Asuransi Pendidikan atau asuransi berbalut investasi (unit linked). Kumpulkan informasi yang cukup sebelum memutuskan.

2. Memilih Perusahaan Pengelola Asuransi Syariah

Asuransi adalah kemitraan jangka panjang. Ketahui seberapa lama perusahaan tersebut telah menjalankan bisnis asuransi syariah. Namun selain umur siapa pemilik perusahaan dan track recordnya patut menjadi catatan karena banyak asuransi syariah yang baru berdiri.

3. Dewan Pengawas Syariah (DPS)

Semua lembaga keuangan syariah termasuk asuransi syariah mempunyai Dewan Pengawas Syariah (DPS). Keberadaan DPS akan menjamin bahwa semua produk asuransi dikelola dengan cara-cara yang dihalalkan secara syariah.

4. Kejelasan Akad Asuransi

Isi perjanjian memegang peranan penting menyangkut status premi polis asuransi. Bila akadnya asuransi syariah, tidak ada istilah dana hangus untuk asuransi jiwa, sehingga apabila nasabah karena sesuatu hal tidak memperpanjang preminya, maka seharusnya dana premi yang sudah disetor sebelumnya masih ada, walaupun jumlahnya tidak 100% lagi. Ini karena dana yang disetor nasabah telah dikurangi biaya-biaya administrasi saat mengurus polis asuransi.

5. Pelajari Ilustrasi yang Diberikan

Ilustrasi asuransi menggambarkan perkiraan berapa dana yang akan diperoleh calon nasabah untuk masa akhir periode perjanjian.

6. Sesuaikan Asuransi dengan Manfaatnya

Sebelum memilih program asuransi, baca dahulu manfaat dan fitur program asuransi yang hendak kita beli.

7. Tarif Premi

Tarif premi yang kompetitif dalam arti bukan murahan, bisa dijadikan patokan dalam memilih perusahaan asuransi yang akan kita pilih.

8. Memilih Agen Penjual

Pilihlah agen penjual asuransi yang Anda percayai bisa memberikan penjelasan produk secara benar dan lengkap. Agen penjual yang profesional memiliki nomor keanggotaan AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia). Mereka telah melalui tahapan ujian sebagai agen profesional dan terdaftar secara resmi. (Bisnis.com)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi syariah
Editor : Sutan Eries Adlin

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top