Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PENYEMPURNAAN JIBOR: Bunga Antarbank Mulai Turun

Bank Indonesia menilai kondisi likuiditas di pasar perbankan kian terjaga, terbukti dari suku bunga bunga penawaran antarbank (JIBOR) yang mulai turun.nn
Bank Indonesia. New JIBOR langsung ada impact. /Bisnis.com
Bank Indonesia. New JIBOR langsung ada impact. /Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia menilai kondisi likuiditas di pasar perbankan kian terjaga, terbukti dari suku bunga bunga penawaran antarbank (JIBOR) yang mulai turun.

Direktur Task Force Financial Deepening Bank Indonesia Nanang Hendarsyah mengungkapkan peluncuran JIBOR yang melibatkan rate rata dari 21 bank kontributor telah memberikan dampak baru, sebab rate yang diberikan menunjukan tren menurun.

"New JIBOR langsung ada impact. Bank-bank yang sempat buat rate tinggi dalam rupiah mulai turun banyak dan kembali normal," ungkapnya pada Bisnis.com.

Menurutnya, bank-bank yang memiliki likuiditas tidak  berani menahan dan mematok harga yang tinggi sebab dikhawatirkan akan terpukul di Jakarta Interbank Bid Rate (JIBID). Bid Rate adalah tingkat suku bunga, yang mana bank ingin meminjam dari bank lain.

Adapun Offer Rate adalah suku bunga yang ditetapkan bank yang ingin meminjamkan.

Adapun rerata JIBOR pada 1 April yakni overnight 5,78%, 1 minggu 6,08%, 3 bulan 6,87%, 6 bulan 7,78% dan tenor 1 tahun 8%. Nanang menuturkan rate di atas mencerminkan tidak ada tekanan terhadap likuiditas.

Dia mengungkapkan JIBOR yang berlaku kini sama dengan suku bunga pasar uang antar bank. Namun bila dibandingkan dengan transaksi repo, katanya, lebih rendah rate repo sebab memiliki kolateral.

Adapun beleid anyar yang dirilis BI terkait suku bunga penawaran antarbank diatur dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/2/PBI/2015. Tujuan dari pembentukan PBI ini untuk meningkatkan transparansi membentuk suku bunga referensi.

Kepala Divisi Treasury PT Bank Central Asia (BCA) Tbk Branko Windoe mengungkapkan bila pasar keuangan likuid, maka offer rate bakal berpotensi turun, akan tetapi kondisi tersebut dipengaruhi kondisi likuiditas di pasar keuangan.

"Kalau pasarnya likuid, ya [rate] bisa turun," katanya.

Branko mengakui belied baru telah membentuk price discovery instrumen di pasar uang menjadi lebih transparan dan mengakibatkan pasar uang semakin likuid.

Adapun BCA terpilih sebagai bank kontributor. Offer rate yang ditawarkan BCA dengan tenor overnight, 1 minggu, 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan dan 12 bulan masing-masing mencapai 5,7%, 5,95%, 6,3%, 6,9%, 7,75% dan 8%. []

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper