Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sumitomo Akuisisi Unit Usaha GE senilai US$2 Miliar

Sumitomo Mitsui Financial Group Inc akan segera mengakuisisi unit usaha General Electric Co senilai lebih dari US$2 miliar.
Bursa Jepang/Reuters
Bursa Jepang/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Sumitomo Mitsui Financial Group Inc akan segera mengakuisisi unit usaha General Electric Co senilai lebih dari US$2 miliar.
 
Menurut seorang sumber Bloomberg, pengumuman aksi korporasi itu paling cepat dirilis pada Selasa (30/6) waktu setempat. Namun, ketika dikonfirmasi pada juru bicara Sumitomo Mitsui Takashi Morita, sumber itu mengatakan perusahaan belum membuat keputusan apapun.
 
Sumitomo Mitsui memang menjadi salah satu perusahaan Jepang yang tertarik dengan aset-aset GE pascaperusahaan asal Amerika Serikat itu memutuskan mengurangi unit bisnis non-intinya, termasuk unit bisnis yang bergerak di bidang finansial.
 
Sementara di pihak Sumitomo, bank tersebut berambisi melebarkan sayapnya demi memacu pertumbuhan mengingat prospek industri perbankan di negara asalnya tak terlalu cerah.
 
Menciutnya jumlah populasi dan marjin yang kian kecil membuat bisnis perbankan di Negeri Matahari Terbit itu tak terlalu menarik.
 
“Ekspansi bisnis ke luar negeri adalah cara yang efektif. Langkah untuk membeli aset-aset yang mendukung upaya tersebut akan meningkat,” kata analis dari Deutsche Bank AG, Yoshinobu Yamada.
 
Pasar merespon positif kabar ini ditandai dengan kenaikan saham perseroan sebesar 0,2% di Tokyo. Sepanjang 2015, saham bank terbesar kedua di Jepang itu terapresiasi 24%.

Sebelumnya, laporan dari Wall Street Journal menyebutkan Sumitomo Mitsui mengalahkan Apollo Global Management LLC dan Ares Management LP untuk mengakuisisi unit bisnis GE itu.
 
Namun, juru bicara GE di Tokyo Sumito Koike enggan berkomentar terkait hal tersebut. Pada Mei, GE diestimasikan bakal menerima sekitar US$30 miliar dari hasil penjualan aset. Adapun, perseroan menargetkan divestasi aset itu akan menghasilkan dana hingga US$200 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Yusran Yunus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper