Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Maybank Indonesia Kaji Pinjaman Dari Induk

PT Bank Maybank Indonesia Tbk. tengah mengkaji pengajuan pinjaman luar negeri dari induk perusahaan yakni Malayan Banking Berhad untuk memperbaiki komposisi likuiditas.
Destyananda Helen
Destyananda Helen - Bisnis.com 06 Oktober 2015  |  20:33 WIB
Maybank Indonesia Kaji Pinjaman Dari Induk
Maybank - bloomberg.com

Bisnis.com, JAKARTA—PT Bank Maybank Indonesia Tbk. tengah mengkaji pengajuan pinjaman luar negeri dari induk perusahaan yakni Malayan Banking Berhad untuk memperbaiki komposisi likuiditas.

Presiden Direktur Bank Maybank Indonesia Taswin Zakaria menuturkan untuk diversifikasi likuiditas perusahaan, setiap tahun pihaknya mencari sumber likuiditas lain di luar simpanan masyarakat. Selain mencari likuiditas dari penerbitan negotiable certificate deposit (NCD), subdebt, dan senior bond, Taswin menyebut perusahaan juga mencari dana dari pinjaman luar negeri.

Menurut  Taswin, pada tahun ini perusahaan telah menerima pinjaman dari Malayan Banking Berhad senilai US$300 juta yang masuk dalam perhitungan likuiditas. Dengan cuan tersebut, lanjut dia, memperbaiki level loan to funding ratio (LFR) perusahaan berkisar 2%-3%.

“Kami masih susun RBB [rencana bisnis bank] untuk tahun depan. Mungkin saja  [mengajukan kembali pinjaman ke induk perusahaan], nanti kami lihat lagi,” jelas Taswin di Jakarta, Selasa (6/10/2015).

Sementara itu, hingga Agustus 2015, BNII mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 4,08% secara year to date (ytd) dari Rp98,11 triliun pada akhir tahun lalu menjadi Rp102,12 triliun.

Di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun perusahaan tumbuh lebih tinggi atau sebesar 5,47% dari Rp98,79 triliun pada Desember 2014 menjadi Rp104,2 triliun di Agustus 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bii
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top