Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Adira Finance Gandeng Perusahaan Ritel

Perusahaan pembiayaan PT Adira Dinamika Multifinance Tbk. meresmikan kemitraan dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. dalam hal pengajuan kredit pembiayaan dan pembayaran bagi para konsumen.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 29 April 2016  |  18:40 WIB
Adira Finance Gandeng Perusahaan Ritel
Adira Finance. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA—Perusahaan pembiayaan PT Adira Dinamika Multifinance Tbk. meresmikan kemitraan dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. dalam hal pengajuan kredit pembiayaan dan pembayaran bagi para konsumen.
 
Presiden Direktur Adira Dinamika Multifinance (Adira Finance) Willy S. Dharma menyatakan tujuan  kemitraan dengan PT Sumber Alfaria Trijaya ialah untuk meningkatkan pelayanan dan memberikan kemudahan bagi para konsumen yang ingin mengajukan kredit pembiayaan kepada Adira Finance.
 
Melalui kerjasama tersebut, pengajuan pembiayaan dapat dilakukan di berbagai gerai milik PT Sumber alfaria Trijaya seperti Alfamidi, Alfamart dan Dan+Dan.

Sebagai tahap awal, pengajuan kredit maupun pembayaran akan dapat dilakukan pada berbagai gerai tersebut di daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dan Bandung mulai April 2016.
 
“Secara bertahap layanan ini akan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat secara nasional dalam tiga bulan kedepan,” kata Willy, Jumat (29/4).
 
Dia mengungkapkan, melalui kemitraan tersebut, Adira Finance memperkirakan potensi pembiayaan baru yang bisa didapatkan berkisar antara Rp180 miliar.

Dalam waktu lima tahun kontribusi kemitraan dengan perusahaan retail terhadap penyaluran pembiayaan Adira Finance diprediksi bisa mencapai 25%.
 
Dengan diresmikannya kemitraan dengan sejumlah gerai tersebut, ujar Willy, maka konsumen dapat melakukan pengajuan kredit produk-produk pembiayaan seperti pembiayaan gadget, elektronik, perlengkapan rumah tangga, motor baru, dan pembiayaan multiguna.
 
“Pengajuan pembiayaan konsumen akan dicatat oleh kasir dan diinformasikan kepada pihak Adira Finance untuk ditindaklanjuti. Selain itu, konsumen juga bisa melakukan pembayaran angsuran,” jelasnya.
 
Dia mengaku optimistis, dengan adanya upaya perluasan jaringan dengan menambah kemitraan, maka target pembiayaan perseroan tahun ini dapat dicapai. Seperti diketahui,  jumlah gerai Alfamidi, Alfamart dan Dan+Dan jumlahnya mencapai 12.000 yang tersebar di seluruh Indonesia.
 
Selain menggunakan saluran kemitraan untuk memacu pembiayaan, Adira Finance juga mengandalkan berbagai saluran distribusi lainnya seperti diler, agen lepas, dan kantor cabang. Adapun, dari total realisasi pembiayaan tahun lalu, diler menjadi kontributor terbesar dengan porsi mencapai 81%.
 
Sepanjang 2016, Adira Finance menargetkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 15% atau mencapai Rp35 triliun. Pada tahun lalu perusahaan telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp30,5 triliun. Capaian tersebut menurun sebesar 10,29%,  jika dibandingkan realisasi pembiayaan pada 2014 yang mencapai Rp34 triliun.
 
Sementara itu, berdasarkan ikhtisar data keuangan yang dipublikasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Februari 2016 menunjukkan piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan (multifinance) mencapai Rp364,1 triliun atau mengalami penurunan sebesar 1,22% jika dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu yaitu Rp368,6 triliun.
 
Dari total piutang pembiayaan sebesar Rp364,1 triliun pada Februari 2016, kontribusi pembiayaan dari lini bisnis sewa guna usaha berkontribusi sebesar 28,5%. Kemudian, kontribusi dari lini bisnis anjak piutang tercatat 3,05%, kartu kredit 0,02%, dan pembiayaan konsumen sebesar 68,4%.
 
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menyatakan masih lemahnya daya beli masyarakat menyebabkan realisasi pembiayaan konsumen sulit bertumbuh lebih tinggi.
 
Kendati demikian, dia mengaku optimistis industri pembiayaan bisa mencatatkan kinerja yang lebih baik pada kuartal berikutnya.
Apalagi sejumlah perusahaan pembiayaan juga telah melakukan perluasan bisnis pembiayaan seperti penyaluran kredit usaha rakyat (KUR), dan pembiayaan kepada sektor industri kreatif.

Target pertumbuhan industri pembiayaan sebesar 10% juga diyakini masih bisa tercapai sampai dengan akhir tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ritel adira finance
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top