Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kredit Perbankan: Di Kediri Raya Turun, Daerah Lain Tumbuh

Posisi kredit perbankan di Kota Kediri dan Kabupaten Kediri turun hampir 8% per Maret 2016, bertolak belakang dengan 11 kabupaten/kota lain di wilayah eks-Karesidenan Kediri dan Madiun yang masih tumbuh.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 29 Mei 2016  |  20:35 WIB
Kredit Perbankan: Di Kediri Raya Turun, Daerah Lain Tumbuh
Ilustrasi
Bisnis.com, KEDIRI - Posisi kredit perbankan di Kota Kediri dan Kabupaten Kediri turun hampir 8% per Maret 2016, bertolak belakang dengan 11 kabupaten/kota lain di wilayah eks-Karesidenan Kediri dan Madiun yang masih tumbuh. 
 
Otoritas Jasa Keuangan Kediri mencatat posisi kredit di Kota Kediri dan Kabupaten Kediri pada bulan ketiga tahun ini Rp20 triliun atau di bawah outstanding setahun lalu Rp21,7 triliun.
 
Kendati demikian, kedua daerah masih menjadi penyerap terbesar penyaluran kredit di kedua eks-karesidenan yang per Maret tercatat Rp47,8 triliun.
 
Sementara itu, Ponorogo menorehkan pertumbuhan kredit tertinggi hingga nyaris 16 (year on year) ke posisi Rp2,6 triliun. Meskipun demikian, Kota Reog hanya menempati urutan kelima penyerap kredit terbesar di antara 13 kabupaten/kota di kedua eks-karesidenan.
 
Adapun pertumbuhan tertinggi kedua dicapai oleh Tulungagung, yakni 14,1% ke posisi Rp3,7 triliun, disusul Kota Blitar dan Kabupaten Blitar 13,1% ke posisi Rp3,7 triliun, Kota Madiun dan Kabupaten Madiun 12,1% ke posisi Rp7,8 triliun.
 
Berikutnya, Trenggalek tumbuh 11,5% ke posisi Rp1,4 triliun, Nganjuk 11,2% ke posisi Rp2,4 triliun, Magetan 9,3% ke posisi Rp2,3 triliun, Pacitan 7,5% ke posisi Rp1,5 triliun, dan Ngawi 7,4% ke posisi Rp2,3 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertumbuhan kredit ojk kediri kediri raya
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top