Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OJK: Kredit Macet Bank Perkreditan Rakyat di Jateng Meningkat

Kredit macet atau nonperforming loan (NPL) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Jawa Tengah dinyatakan meningkat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Agustus 2016  |  14:04 WIB
Layanan di sebuah BPR - Ilustrasi/Antara
Layanan di sebuah BPR - Ilustrasi/Antara

Bisnis.com, SEMARANG - Kredit macet atau nonperforming loan (NPL) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Jawa Tengah dinyatakan meningkat.

"Jika pada semester I tahun lalu NPL sebesar 6,58% saat ini meningkat menjadi 6,85% pada periode yang sama," kata Kepala OJK Kantor Regional III Jawa Tengah-DIY Panca Hadi Suryatno di Semarang, Jumat (26/8/2016).

Dengan peningkatan tersebut pihaknya kembali mengingatkan kepada BPR untuk segera menurunkan NPL, paling tidak bisa di bawah 5%. "Bagi kami yang bertindak sebagai otoritas pengawasan, mengawalnya harus semakin ketat. Perlu ada perhatian di sini," katanya.

Dia mengatakan NPL BPR secara nasional sebesar 6,53%. Artinya, NPL BPR di Jawa Tengah lebih tinggi dibandingkan dengan nasional. "Sebetulnya tidak banyak BPR yang mengalami kesulitan tetapi mau tidak mau semua BPR harus ikut berperan dalam penurunan NPL," katanya.

Sementara itu, akibat kreditnya bermasalah sebagian BPR terpaksa mengurangi ekspansi kredit. Dikatakan, kredit yang sudah disalurkan permasalahannya semakin besar. "Di satu sisi pembaginya tidak bertambah tetapi yang dibagi semakin besar. Ini yang perlu diperhatikan, jadi ada penurunan kualitas NPL sebesar 0,27%," katanya.

Meski tidak menyampaikan secara rinci, dia mengakui NPL lebih banyak berasal dari kredit produktif dibandingkan konsumtif. Menurut dia, kredit konsumtif cenderung lebih aman karena menerapkan sistem potong gaji.

"Biasanya kredit konsumtif ini untuk PNS atau karyawan yang memang penghasilannya tetap, berbeda dengan produktif yang penghasilannya tidak tetap," katanya.

Meski demikian, pihaknya terus mendorong BPR untuk tetap menyalurkan kredit produktif ke skala mikro. "Kami menilai efeknya akan besar. Selama ada usahanya, kalau usaha semakin berkembang otomatis penghasilan si debitur akan semakin meningkat. Dampaknya akan kelihatan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit macet

Sumber : Antara

Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top