Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terus Meningkat, Polri Minta Bank Antisipasi Kejahatan Siber

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) meminta perbankan untuk mengantisipasi meningkatnya kejahatan siber di dunia perbankan.
Arif Gunawan & Gemal Abdel Nasser P.
Arif Gunawan & Gemal Abdel Nasser P. - Bisnis.com 07 Oktober 2016  |  23:00 WIB
Cyber crime - ilustrasi
Cyber crime - ilustrasi

Bisnis.com, PEKANBARU - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) meminta perbankan untuk mengantisipasi meningkatnya kejahatan siber di dunia perbankan.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya mengatakan tren kejahatan siber (cyber crime) turut meningkat di sektor perbankan.

"Dari catatan kami, pada 2014 kasus cyber crime yang dilaporkan sebanyak 52, 2015 melonjak jadi 909 kasus, sementara kasus pencucian uang juga jauh meningkat dari 20 kasus di 2014 menjadi lebih dari 200 kasus," katanya saat pemaparan pada Sosialisasi Pelaksanaan GCG dan Pencegahan Tindak Pidana Perbankan di di Gedung Menara Bank Riau Kepri, Jumat (7/10/2016).

Agung menjelaskan ketergantungan masyarakat terhadap teknologi melalui telepon seluler, membuat peluang untuk melakukan kejahatan siber juga terbuka lebar. Secara umum dari laporan dan data pihaknya, kejahatan perbankan yaitu melibatkan internal bank, eksternal bank, hingga campuran keduanya.

Untuk mengurangi masalah ini, perbankan diminta supaya menaati aturan yang telah ditetapkan otoritas dan undang-undang. "Banyak kasus kejahatan perbankan itu terjadi karena tata kelolanya yang tidak sesuai aturan, karena itu perbankan harus memerhatikan penerapan dan pelaksanaan aturan setiap transaksi perbankan atau keuangan berjalan dengan baik dan benar," katanya.

Direktur Utama Bank Riau Kepri Irvandi Gustari mengatakan kejahatan perbankan saat ini terjadi tersebut berkaitan dengan sumber daya manusia dan teknologi informasinya. "Ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu IT dan SDM nya, karena bisa saja teknologi IT pada bank itu sudah tinggi, tetapi tidak diikuti oleh tingkat keamanan yang tinggi pula," katanya.

Akibat dari tingkat keamanan yang lemah inilah, sistem IT perbankan bisa dibobol oleh pelaku kejahatan dan merugikan nasabah atau perbankan tersebut. Bank Riau Kepri kata Irvandi terus mendorong peningkatan sistem keamanan setiap transaksi perbankan yang berkaitan dengan IT.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

siber
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top