Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DPK dan Laba Bersih OCBC Tumbuh 19%

PT Bank OCBC NISP Tbk. membukukan pertumbuhan laba bersih dan dana pihak ketiga (DPK) masing-masing sebesar 19% year-on-year (yoy).
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 30 Maret 2017  |  17:50 WIB
Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja (kanan) didampingi Direktur Hartati memberikan keterangan usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta, Kamis (30/3/2017). - JIBI/Abdullah Azzam
Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja (kanan) didampingi Direktur Hartati memberikan keterangan usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta, Kamis (30/3/2017). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank OCBC NISP Tbk. membukukan pertumbuhan laba bersih dan dana pihak ketiga (DPK) masing-masing sebesar 19% year-on-year (yoy).

Simpanan nasabah tumbuh 19% menjadi Rp103,6 triliun sementara laba bersih tumbuh menjadi Rp1,8 triliun. Jumlah aset perseroan meningkat 15% mencapai Rp138,2 triliun pada akhir tahun 2016.

Direktur Utama PT Bank OCBCNISP Tbk. Parwati Surjaudaja menyampaikan bahwa hingga tahun ini perseroan juga tidak melakukan pembagian dividen kepada para pemegang saham.

“Kami sejak tahun 2004 memang tidak lakukan pembagian dividen untuk antisipasi, ini juga untuk memenuhi perubahan peraturan permodalan Basel 3 dan sebagainya,” ujarnya usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank OCBC NISP, Kamis (30/3/2017).

Setelah dikurangi cadangan umum sebesar Rp100 juta, RUPS Bank OCBC NISP ini menetapkan laba bersih sebagai laba ditahan,

Adapun, dengan posisi capital adequacy ratio (CAR) perseroan pada akhir tahun lalu sekitar 18,3%, perseroan menargetkan tahun ini posisi CAR berada di 17%. NPL Bruto perseroan sebesar 1,9% dan NPL bersih sebesar 0,8% pada akhir tahun 2016, rasio kecukupan modal sebesar 18,3%.

Rasio cost to income dan BOPO menjadi 46,3% dan 79,8%, jumlah giro dan tabungan 39,4% dari total simpanan nasabah, dengan Loan to Deposit Ratio yakni 89,9% dan loan to funding yakni 85,9%, Parwati menuturkan LDR bisa mencapai 90%.

“LDR Januari-Februari sudah rendah yakni 81%. Memang sekarang kami ekses likuditas, ya harapan LDR 90%,” katanya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top