Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PENYERTAAN MODAL NEGARA: Rugi 6 BUMN Malah Membesar Setelah Menerima PMN

Bisnis.com, JAKARTASekitar enam Badan Usaha Milik Negara mengalami kerugian lebih besar saat menerima Penyertaan Modal Negara.
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 07 September 2017  |  16:53 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) bersama Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/9). - ANTARA/Wahyu Putro A
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) bersama Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/9). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA—Sekitar enam Badan Usaha Milik Negara mengalami kerugian lebih besar saat menerima Penyertaan Modal Negara.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR untuk membahas kinerja PMN secara keseluruhan pada periode 2015 dan 2016.

“Ada empat BUMN yang mendapat PMN tingkat kerugiannya mengecil dan ada enam BUMN yang mendapatkan PMN justru kerugiannya membesar seperti PT Dok dan Perkapalan,” kata Ani saat memaparkan penjelasan di DPR, Kamis (7/9/2017).

Menanggapi hal itu, anggota Komisi XI dari fraksi Partai Gerindra Heri Gunawan mengusulkan adanya audit terhadap BUMN yang mengalami kerugian setelah menerima PMN. “Kalau begitu biar diaudit saja oleh BPK,” usulnya.

Adapun, di kesempatan itu, Ani menuturkan penyerapan PMN pada 2015 mencapai Rp47 triliun atau 73% dari total alokasi PMN senilai Rp64,8 trilin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pmn bumn
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top