EDUKASI DUIT: Bisakah Kita Menghindari Riba?

Riba itu secara singkat adalah bunga. Kalau tidak paham mengenai bunga ini, kita bisa terjepit seumur-umur. Terutama bagi generasi zaman now yang baru lulus kuliah atau fresh graduate. Anda harus paham tingkatan transaksi.
Redaksi | 14 Desember 2017 17:12 WIB
Goenardjoadi Goenawan. - Bisnis/swi

Bisnis.com, JAKARTA — Riba itu secara singkat adalah bunga. Kalau tidak paham mengenai bunga ini,  kita bisa terjepit seumur-umur. Terutama bagi generasi zaman now yang baru lulus kuliah atau fresh graduate. Anda harus paham tingkatan transaksi.

Ada beberapa tingkatan dalam transaksi yang bisa tanpa melalui jalur pinjam meminjam di bank kalau tidak ingin terjerat bunga.

1. Sedekah,  atau sumbangan itu misalnya Anda ingin bayar uang semester Rp 10 juta minta tolong kepada alumni senior,  dikasih sumbangan Rp. 10 juta.  Tidak perlu dikembalikan.  Itu sedekah atau donasi. 

2. Menolong orang,  atau istilahnya rahmat pertolongan.  Misalnya Anda utang Rp200 juta beli Avanza dicicil tanpa bunga secara lunak kapan-kapan bayar.  Pertanyaannya, memang ada Pak, bank mana yang bisa pinjam tanpa bunga?  Ada namanya Bank IMF alias Ibu, Mertua, dan Family.

3. Gadai.  Anda pinjam uang paman dengan jaminan jam tangan.  Ini transaksi gadai.  Kalau tiba waktunya jatuh tempo belum bayar,  jam tangan diambil paman. 

4. Investasi bersama.  Misalnya Anda pinjam uang Rp100 juta untuk beli Daihatsu Sigra untuk Uber cicilannya dibayar dari penghasilan dibagi berdua antara investor dan pekerja.

Jadi transaksi itu banyak jenisnya bukan hanya upah gaji.  Anda harus bisa menelaah semua pilihan transaksi.   Yang mana termasuk riba?  Itu silahkan Anda tanyakan kepada guru Anda.  Tetapi pilihan transaksi itu ada. 

Poin berikutnya adalah riba dan antiriba.

5. Anda pinjam uang Rp5 juta dibebankan bunga 1% per bulan atau 3% per bulan atau 0,8% per bulan,  berapapun tingkat bunganya,  maka besar kecenderungan Anda tidak mampu melewati tenggat waktu.  Anda tidak mungkin melawan waktu dan memastikan kapan Anda bisa mendapatkan keuntungan.  Bila ada kepastian,  tidak ada yang pasti di dunia ini. 

Pak saya tertarik dengan poin kedua Pak? Namun apakah ada kemungkinan orang yang mau melakukan transaksi model poin kedua? Apakah mungkin itu layak kita mendapatkan? 

6. Transaksi kredit perdagangan.  Disebut TOP (term of payment),  term pembayaran,  atau disebut plafon kredit. 

Bila Anda jeli,  sebanyak 80% transaksi perdagangan adalah kredit. Mungkin Anda salesman atau sales manager,  penjualan Anda kepada distributor,  subdist,  grosir adalah melalui kredit TOP (term of payment). 

Transaksi ini adalah mirip dengan poin kedua. Banyak orang bingung kemana mencari pinjaman,  dan terjerat lintah darat poin kelima. Jarang yang menyadari adanya poin keenam. Antiriba.

Penulis:

Ir Goenardjoadi Goenawan,  MM

Penulis buku seri "Money Intelligent" dan e-book "Hidup adalah Pemekaran Berkah"

Dapatkan e-book "Kekuasaan adalah Key Driving Force Uang" ptangsanadwitunggal@gmail.com

Tag : Edukasi Duit
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top