Siapkan Masa Pensiun Karyawan, RNI Gandeng BTPN

PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) menandatangani perjanjian dengan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) dalam rangka memberikan fasilitas layanan perbankan dan pelatihan kewirausahaan karyawan.
Sri Mas Sari | 20 Desember 2017 15:18 WIB
Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia B. Didik Prasetyo berkunjung ke kantor redaksi Bisnis Indonesia di Jakarta, Selasa (28/11). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) menandatangani perjanjian dengan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) dalam rangka memberikan fasilitas layanan perbankan dan pelatihan kewirausahaan karyawan.

Direktur Utama PT RNI B. Didik Prasetyo mengatakan kerja sama ini dapat meningkatkan kemandirian karyawan, khususnya karyawan yang sebentar lagi akan memasuki fase purnakarya. Dia berpendapat perusahaan memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan karyawan tetap memperoleh kesejahteraan dan mendapat penghidupan yang baik meskipun telah pensiun.

“Menjadi wirausahawan merupakan salah satu pilihan yang tepat dan bijak karena selain bisa mendapatkan income, juga memberi manfaat dengan menyerap tenaga kerja,” katanya dalam siaran pers, Rabu (20/12/2017).

Didik menuturkan saat ini karyawan kurang tersentuh program-program pelatihan yang bertujuan untuk memberdayakan dan meningkatkan kemandirian di kemudian hari. Pelatihan kewirausahaan dan berbagai program layanan perbankan yang disiapkan BTPN diharapkan mampu menjadi solusi dan memberikan nilai tambahan bagi karyawan RNI.

Menurut Didik, RNI sangat mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan karyawan. Untuk itu, perusahaan merangkul BTPN sebagai pelaku perbankan yang fokus pada pemberdayaan dan kewirausahaan agar ke depan para karyawan mandiri ketika telah pensiun.

“Selain itu, hal ini juga dalam rangka mendukung program pemerintah mencetak wirausahawan-wirausahawan baru,” katanya.

Guna memastikan program pemberdayaan berjalan dengan baik dan bersifat berkelanjutan, kerja sama juga menyentuh pemberian fasilitas layanan perbankan seperti layanan simpan pinjam, kredit multiguna, kredit bagi karyawan aktif, kredit pensiun, deposito, dan produki nvestasi.

Seperti diketahui, Kementerian Koperasi dan UKM tengah menggulirkan program kewirausahaan nasional bertajuk 'Wirausaha Pemula'. Program yang bertujuan mendorong masyarakat menjadi wirausahawan ini ditargetkan lahir sekitar 10.000 wirausaha pemula.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rasio wirausaha Indonesia pada 2016 sudah naik menjadi 3,1% dari rasio 2013-2014 lalu yang masih berada di angka 1,67%. Dengan jumlah penduduk 252 juta jiwa, jumlah wirausaha nonpertanian yang menetap mencapai 7,8 juta orang atau sebanyak 3,1%. Dengan demikian, tingkat kewirausahaan Indonesia telah melampaui 2% dari populasi penduduk sebagai syarat minimal suatu masyarakat akan sejahtera.

Akan tetapi, rasio wirausaha sebesar 3,1% itu masih lebih rendah dibandingkan dengan negara lain, seperti Malaysia dengan capaian rasio 5%, China 10%, Singapura 7%, Jepang 11%, dan Amerika Serikat 12%.

Tag : rni
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top