EDUKASI DUIT: Selamat Datang 'New Money'

Sebagian di antara kita, mungkin termasuk Anda merasa kikuk dengan bunga bank atau riba sehingga kadang ragu mengajukan kredit bank. Alhasil, semua berusaha untuk membeli semua kebutuhan seperti rumah atau mobil secara tunai.
News Writer | 21 Desember 2017 13:38 WIB
Goenardjoadi Goenawan. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Sebagian di antara kita, mungkin termasuk Anda merasa kikuk dengan bunga bank atau riba  sehingga kadang ragu mengajukan kredit bank. Alhasil, semua berusaha untuk membeli semua kebutuhan seperti rumah atau mobil secara tunai. 

Terus terang, itu sebuah pilihan. Orang membeli rumah atau mobol secara tunai atau melalui kredit. Akan tetapi, satu hal yang perlu dipahami uang yang digunakan secara tunai mengalami penyusutan nilai simpan.

Di era yang semakin maju, rahasia uang abad ke-21 adalah new money.  Uang berbentuk yang baru.  Apakah itu? 

1. Sementara Anda mengajukan kartu kredit,  pada setiap approval plafon kredit diciptakan u(t)ang baru. Uang tersebut dalam bentuk utang kartu kredit.  Uang itu menambah supply uang.  Demikian seterusnya hingga u(t)ang kredit komersial bank jumlahnya 300 kali lipat uang kertas.

2. Mega kredit properti,  misalnya proyek properti menerima utang komersial Rp200 trilun.  Uang ini merupakan new money.

Bila Anda masih kikuk menggunakan kredit bank, kita semakin tertinggal dibandingkan dengan kecepatan mencetak uang baru. 

Ini seperti Anda berenang atau menggunakan kapal boat sedangkan new money menggunakan kapal tanker atau kapal kargo raksasa. 

3. Oleh karena itu kita perhatikan walaupun daya beli konsumen menurun namun toko emas,  toko berlian membangun jadi developer apartmen.  Ini karena imbas tsunami atau banjir kredit tadi. 

Inilah yang membuat nilai uang tunai menyusut nilainya 20% ketinggalan dibandingkan dengan kenaikan harga properti.

4. Kita pikir pencetakan kartu kredit hanya kelas masyarakat menengah setara plafon kredit Rp5 juta?  Tentu saja tidak. 

New money dicetak setiap detik dengan melalui tagihan plafon kredit toko.  Setiap kali pabrik menjual omzet,  bank menalangi utang kredit yang dibayarkan tunai kepada pabrik.  New money inilah yang menggelembung besar terus menerus.

Plafon kredit distributor ini nilainya sangat besar,  meliputi seluruh jaringan besar distributor rokok,  obat,  kosmetik,  makanan,  elektronik hingga bahan bangunan. Bila Anda masuk kepada jaringan rantai kredit perdagangan distributor besar ini,  maka Anda beruntung naik kelas papan atas.

5. Mengapa uang elektronik berbentuk u(t)ang komersial bisa membengkak besar hingga seluruh ATM bank tidak sanggup menyediakan tunai. 

Uang elektronik biasa dikenal dengan e-money atau e toll card,  Gopay,  WeeChat money,  Alipay,  dll. 

Suatu saat Gopay akan mampu menyediakan utang plafon kredit.  Misalnya, Anda bebas belanja go-food senilai tiga bulan gaji dan dicicil hingga 10 kali.

 

Bagaimana mungkin Gopay menyediakan plafon kredit?  Misalnya standard charge beban dari gojek 20% potongan harga yang dibebankan kepada konsumen,  maka diasumsikan separuh konsumen menunggak maka charge beban potongan bisa dinaikkan 30-40%.

Ini untuk mengkompensasi kredit macet seperti halnya bunga kartu kredit 10 kali lipat kredit bank jangka panjang dengan agunan. 

Bila bisnis Anda masih sistem tunai atau tidak memanfaatkan bank, Anda ketinggalan banjir new money ini.  Namun bila Anda mengendarai bisnis anda menggunakan new money, bisnis Anda bisa membengkak besar. Selamat datang new money di Indonesia dengan karpet merah disambut masyarakat.

Penulis:

Ir Goenardjoadi Goenawan,  MM

Penulis buku seri "Money Intelligent" dan e-book "Hidup adalah Pemekaran Berkah"

Dapatkan e-book "Kekuasaan adalah Key Driving Force Uang" ptangsanadwitunggal@gmail.com

Tag : Edukasi Duit
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top