Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

2017, NPF FIF Group Stabil

Bisnis.com, JAKARTA - PT Federal International Finance (FIF Group) mencatatkan rasio pembiayaan bermasalah atau non performing finance (NPF) sebesar 0,7% pada 2017.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 25 Januari 2018  |  18:25 WIB
2017, NPF FIF Group Stabil
Perusahaan pembiayaan PT Federal International Finance atau FIFGroup meresmikan kantor cabangnya di Depok, Kamis (25/8/201/). - Bisnis.com/Miftahul Khoer

Bisnis.com, JAKARTA - PT Federal International Finance (FIF Group) mencatatkan rasio pembiayaan bermasalah atau non performing finance (NPF) sebesar 0,7% pada 2017.

Presiden Direktur FIF Group Margono Tanuwijaya mengatakan realisasi itu terbilang stabil bila dibandingkan NPF pada tahun sebelumnya.

"Relatif stabil kalau dibandingkan tahun sebelumnya," ungkapnya, Kamis (25/1/2017).

Margono mengatakan realisasi itu sejalan dengan kondisi ekonomi nasional yang juga terbilang stabil dibandingkan tahun sebelumnya.

Sepanjang 2017,  Anak usaha Grup Astra di bidang pembiayaan kendaraan roda dua ini membukukan pembiayaan senilai Rp34,6 triliun. Margono menjelaskan sekitar 65% disalurkan untuk pembiayaan sepeda motor baru, sedangkan 25% untuk pembiayaan sepeda motor bekas.

"Sekitar 10% lainnya untuk pembiayaan elektronik dan pembiayaan syariah."

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI)  sebelumnya memperkirakan tren perbaikan NPF di industri pembiayaan masih terus terjadi hingga akhir 2017.

Pada akhir tahun lalu, APPI memprediksi NPF industri multifinance akan berada pasa kisaran 3% atau membaik jika dibadingkan rasio NPF pada Desember 2016 yaitu 3,26%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance fif group
Editor : Anggi Oktarinda

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top