EDUKASI DUIT: Sistem yang Menguntungkan Orang Kaya

Anda tentu pernah melihat iklan sabun pemutih atau whitening. Bintang iklan sabun pemutih itu biasanya perempuan cantik dan kulitnya bersih. Kalau pria, minimal wajahnya ganteng.
News Writer | 22 Maret 2018 14:03 WIB
Goenardjoadi Goenawan. - Bisnis/swi

Bisnis.com, JAKARTA — Anda tentu pernah melihat iklan sabun pemutih atau whitening. Bintang iklan sabun pemutih itu biasanya perempuan cantik dan kulitnya bersih. Kalau pria, minimal wajahnya ganteng.

Dari iklan itu saja, persepsi masyarakat beragam. Kalau orang yang kulitnya bersih, cantik, itu kelompok masyarakat kelas atas, masyarakat kaya. Padahal, menurut saya itu persepsi yang salah.

Begini, golongan atas atau kelompok orang kaya itu diuntungkan dengan sistem. Pertama, indeks harga konsumen itu naik terus 8% setiap tahun.  Loh, dari zaman nenek moyang juga begitu.  Ya tapi Inilah sumber masalahnya. 

Nilai uang tunai menyusut terus. Kedua, sedangkan pemilik aset katakan yang punya rumah harga Rp5 miliar setiap tahun harganya naik Rp1 miliar.  Otomatis muncul capital gain

Ketiga, bila capital gain Rp1 miliar dibandingkan dengan upah gaji misalnya Rp20.000 per jam itu setara 200 jam per bulan atau 2.400 jam setahun atau Rp 50 juta setahun.  Jadi capital gain pemilik asets tadi Rp1 miliar setara gaji 20 orang. 

Dibayangkan pemilik aset tanpa bekerja mendapatkan keuntungan capital gain setara 20 gaji karyawan,  itu seperti mereka punya tukang gado-gado,  tukang sapu,  tukang jahit,  tukang furniture bekerja nonstop sepanjang tahun. 

Sistem ini bekerja dari sejak 500 tahun lalu. Untuk mengubahnya, ya tidak mudah. Dengan demikian sistem kapitalis itu membuat pemilik aset memperoleh capital gain keuntungan kapital setara gaji 20 orang bekerja.

Sampai Kapan?  Ini sudah berjalan 500 tahun.  Peradaban Byzantium itu 1.000 tahun,  Andalusia dan Ottoman berjalan 700 tahun. Sekarang era VOC itu sejak zaman Holland Ratu Wilhelmina dan Queen Victoria sampai Obama, Trump,  Putin dan Xi jinping.  Membuat Anda percaya bahwa cantik itu berkulit cerah.

Penulis

Ir Goenardjoadi Goenawan, MM

Motivator Uang.

Penulis buku seri "Money Intelligent" dan buku “New Money”

Untuk pertanyaan bisa diajukan lewat: goenardjoadigoenawan@gmail.com

Tag : properti, aset, Edukasi Duit
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top