Bank Syariah Bukopin Bidik Pembiayaan AUM Rp1 Triliun

PT Bank Syariah Bukopin (BSB) menargetkan total pembiayaan yang dapat disalurkan kepada Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) tahun ini mampu menembus sebesar Rp1 triliun.
Puput Ady Sukarno | 25 Mei 2018 17:09 WIB
Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Syariah Bukopin (BSB) menargetkan total pembiayaan yang dapat disalurkan kepada Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) tahun ini mampu menembus sebesar Rp1 triliun. 
 
Direktur Utama PT Bank Syariah Bukopin Saidi Mulia Lubis mengatakan bahwa tambahan pembiayaan sampai saat ini yang sudah disalurkan BSB untuk AUM mencapai sekitar Rp600 miliar.
 
"Ditargetkan hingga akhir tahun ini mampu mencapai Rp1 triliun," ujarnya, Jumat (25/5/2018).
 
Pihaknya optimistis hal itu dapat terealisasi dengan baik seiring besarnya potensi yang memang bisa digarap dengan AUM milik Muhammadiyah tersebut.
 
Salah satunya termasuk adalah dengan penandatangan perjanjian kerja sama (PKS) induk tentang penggunaan fasilitas pembiayaan berupa modal kerja untuk perluasan kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), yang dilakukan hari ini, Jumat (25/5/2018). 
 
Penandatanganan PKS yang digelar di Ruang Sidang Istimewa, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Cireundeu, Ciputat Timur, Jakarta Selatan itu ditandatangani Direktur Utama BSB Saidi Mulia Lubis dengan Rektor UMJ Syaiful Bakhri, yang juga disaksikan jajaran Wakil Rektor UMJ.
 
"Dengan adanya penandatanganan perjanjian kerjasama ini, BSB kembali akan bersinergi dengan kampus UMJ dalam penggunaan produk dan jasa layanan milik BSB," tutur Saidi Mulia Lubis, disela penandatangan kerja sama tersebut, Jumat (25/5/2018).

Menurutnya selain penggunaan fasilitas pembiayaan, UMJ juga akan bekerjasama dengan BSB dalam bentuk pemanfaatan fasilitas jasa layanan pembayaran perkuliahan mahasiswa (SPP online). 

"Kerja sama ini merupakan sinergi berkelanjutan yang telah berlangsung dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dimana UMJ merupakan salah satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang dimiliki oleh Muhammadiyah yang bergerak di bidang pendidikan," jelasnya.

Menurutnya berbagai kemudahan layanan nasabah bertransaksi telah disediakan BSB dengan fasilitas mobile banking/BSB Mobile secara realtime online. 

Sejumlah kemudahan itu antara lain, cek saldo pemindahbukuan gratis, fund transfer; pembayaran PLN (Postpaid, Non Tagihan Listrik), jasa telekomunikasi, dan PDAM. 

Nasabah juga secara realtime bisa melakukan secara realtime, seperti tagihan pulsa pascabayar, penerimaan negara (Pajak, Non Pajak, Bea&Cukai), tiket KAI, Ziswaf, BPJS Kesehatan, pembayaran multifinance, pembayaran lainnya seperti TV kabel, dan pembelian voucher pulsa handphone serta PLN Prepaid.

BSB dalam melayani nasabah juga didukung oleh jaringan kantor sebanyak 24 outlet yang terdiri dari 12 kantor cabang, 8 kantor cabang pembantu, 4  kantor kas, 97 kantor layanan Syariah yang berada di PT Bank Bukopin, Tbk., dan jaringan ATM yang meliputi ATM Bank Syariah Bukopin, ATM jaringan Bank Bukopin, ATM Jaringan Prima dan ATM Bersama.
 
Sementara itu, pada Triwulan Pertama Tahun Ini, BSB berhasil mencatatkan realisasi penyaluran pembiayaan hingga mencapai Rp4,302 triliun.
 
Mayoritas dari jumlah pembiayaan tersebut disalurkan kepada beberapa sektor prioritas yakni antara lain pendidikan, kesehatan, supplier dan perdagangan.
 
Adapun raihan Dana Pihak Ketiga (DPK) di Triwulan Pertama Tahun ini mencapai Rp188 miliar, dengan kondisi rasio kecukupan modal (CAR) 19,25%, dan rasio kredit bermasalah atau non performing finance /NPF net 3,86%.
Tag : bank syariah bukopin
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top