Tarif Pajak UMKM Turun, BNI Siap Tampung Pembayaran

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI siap menjadi bank persepsi yang menampung pembayaran pajak yang diberlakukan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pasca pemberlakuan tarif yang baru. Tarif pajak diturunkan dari 1% menjadi 0,5% terhadap omzet per tahun.
Abdul Rahman | 22 Juni 2018 21:47 WIB

Bisnis.com, JAKARTA- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI siap menjadi bank persepsi yang menampung pembayaran pajak yang diberlakukan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pasca pemberlakuan tarif yang baru. Tarif pajak diturunkan dari 1% menjadi 0,5% terhadap omzet per tahun.

Corporate Secretary BNI Kiryanto menuturkan, BNI telah siap menjadi Bank Persepsi yang membantu pemerintah dalam menampung pembayaran perpajakan, mulai dari pembayaran berbagai komponen pajak (antara lain PPh, termasuk PPh Final UMKM, hingga Pajak Pertambahan Nilai), Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta penerimaan Cukai. Oleh karena itu, BNI sudah siap menampung PPh Final UMKM pasca penurunan tarifnya.

“BNI telah menjadi Bank Persepsi yang menampung Pajak Penghasilan Final UMKM sejak tahun 2014 hingga saat ini. Selama itu, BNI telah melayani lebih dari 2,7 juta transaksi pembayaran PPh Final UMKM, dengan nilai pajak yang ditampung lebih dari Rp 1,78 triliun,” katanya dalam siaran pers, Jumat (22/6).

Sosialisasi Pajak Penghasilan (PPh) Final UMKM sudah dilakukan di Surabaya dan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo hari ini. Sosialisasi akan dilanjutkan di Denpasar, Bali pada Sabtu (23/6/2018). Hadir pada kesempatan tersebut di Surabaya, Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto.

Pada acara Sosialisasi PPh Final UMKM di Surabaya tersebut, pemerintah memberikan penjelasan terkait dengan Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2013 tentang Pajak UMKM yang menjadi dasar penurunan tarif PPh Final UMKM dari 1% menjadi 0,5% dari Omzet per tahun.

Tarif baru PPh Final UMKM tersebut berlaku mulai 1 Juli 2018. UMKM yang termasuk dalam kategori wajib pajak ini adalah pelaku usaha perorangan, Badan termasuk Badan berbentuk Perseroan Terbatas (PT) yang omsetnya dibawah Rp 4,8 miliar per tahun.

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) hasil revisi ini diatur juga bahwa masa cara perhitungan pajak final 0,5% dari omset berbatas waktu. Dimana untuk UMKM Perorangan berlaku selama 7 tahun, UMKM Badan selama 4 tahun, dan bagi Badan berbentuk PT selama 3 tahun sejak PP berlaku. Artinya setelah itu UMKM harus mengikuti aturan pajak yang berlaku umum.

PPh Final UMKM tersebut termasuk ke dalam komponen Pajak yang dilayani dalam Modul Penerimaan Generasi 2 (MPN G2) yang terdiri atas Pajak, PNBP, dan Cukai. Dengan adanya MPN G2, pembayaran Pajak, termasuk PPh Final UMKM dapat dilakukan melalui berbagai channel yang dimiliki BNI, yaitu teller, ATM, internet nanking, mobile banking, dan EDC.

Tag : bank bni, pajak umkm
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top