Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

OCBC NISP Raup Laba Rp1,3 Triliun

PT Bank OCBC NISP Tbk. pada semester I/2018 mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 18% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Abdul Rahman
Abdul Rahman - Bisnis.com 25 Juli 2018  |  22:14 WIB
OCBC NISP Raup Laba Rp1,3 Triliun
Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja (kanan) didampingi Direktur Hartati memberikan keterangan usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta, Kamis (30/3). - JIBI/Abdullah Azzam
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank OCBC NISP Tbk. pada semester I/2018 mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 18% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan kinerja perseroan per 30 Juni 2018 (unaudited), laba NISP tercatat senilai Rp1,3 triliun dari sebelumnya Rp1,1 Triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja mengatakan, peningkatan laba bersih ini terutama didorong oleh peningkatan kredit bruto.

Kredit (gross) Bank OCBC NISP tumbuh sebesar 16% (yoy) menjadi Rp 116,9 triliun pada akhir Semester I/2018 dari Rp 100,6 triliun pada akhir Juni 2017.

Pertumbuhan kredit ini sejalan dengan kemampuan perseroan menjaga kualitas kredit. Bank OCBC NISP mencatatkan rasio kredit bermasalah gross sebesar 1,8% dan nett sebesar 0,7%.

“Kami senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam mengelola kegiatan usaha yang disertai pengelolaan risiko yang terukur dan implementasi tata kelola usaha atau GCG," katanya melalui siaran pers, Rabu (25/7/2018).

Dana pihak ketiga Bank OCBC NISP tumbuh sebesar 13% (yoy) dari Rp106,2 triliun pada semester I/2017 menjadi Rp120,5 triliun pada periode yang sama 2018. Kenaikan DPK mengimbangi kenaikan penyaluran kredit.

Dengan pertumbuhan positif dari sisi DPK maupun kredit, perseroan mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 19% pada semester I/2018 menjadi Rp170,3 triliun dari Rp143,4 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Parwati menambahkan, di sisa tahun ini pihaknya akan fokus untuk menumbuhkan segmen ritel dan menjaga kualitas aset.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ocbc nisp
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top